Nggak Terasa 7 Tahun Jadi Anak Perantauan

Published by Priant Taruh on September 18, 2017

Bagi sebagian orang menjadi anak perantau tentu saja menyakitkan karena akan jauh dari orang tua, apalagi jika orang tersebut sudah memiliki pacar maka akan lebih menyakitkan karena akan berpisah dengan sang pacar. Hal itu memang terjadi bagi sebagian orang, dan tentu saja sebagian orangnya lagi memiliki kebalikan dari hal itu.

Salah satunya saya, setelah lulus SMP sudah harus melanjutkan SMA di tempat yang jauh dari rumah. Biasanya pulang setengah tahun sekali, namun ada saatnya pulang 1.5 tahun. Tidak pulang rumah bukan karena tidak rindu rumah tapi hanya sudah terbiasa jauh dari rumah.

Saat ini sudah 7 tahunan saya merantau semenjak lulus SMP dan saat ini juga saya sudah 2 tahun tidak pulang lagi ke rumah. Banyak orang yang sering bertanya, kenapa tidak pulang, apakah tidak rindu pulang ke rumah? Setiap anak pasti rindu untuk pulang ke rumah begitu juga dengan saya, tapi karena merantau sudah menjadi pilihan dan kebiasaan maka untuk tidak pulang adalah hal yang biasa.

Tips kenapa saya betah untuk merantau selama 7 tahun, sebenarnya semua orang sama saja dalam merantau hanya saja cara untuk membuat diri menjadi betah ditempat asing sering berbeda-beda. Berikut tips yang membuat saya betah merantau di tempat perantauan yang tidak ada keluarga satupun.

1. Nyamankan diri
2. Selalu bahagia
3. Kurangi mengingat kampung halaman

Itu saja tips yang bisa digunakan, namun ada satu tips yang paling ampuh untuk menghibur anak perantau agar betah, tapi cara ini tidak untuk dipraktekan karena saya hanya menulis berdasarkan keinginan saya dan pengalaman saya jadi belum tentu hasilnya sama karena saya hanya menyarankan saja.

Tips paling ampuh adalah carilah pacar, percaya atau gak sesusah, sesulit apapaun pasti akan betah kalau punya pacar.

Metode Dalam Pemadaman Api

Published by Priant Taruh on September 17, 2017

Pemadaman bukan hanya soal cepat tanggap, tapi metodenya juga tentunya harus dipelajari. Salah satu alasan dilakukannya hal tersebut adalah agar dalam proses pemadaman Api benar-benar padam dan tidak menyala kembali, sehingga meminimalisir bahaya yang bisa saja terjadi.

Metode Pemadaman Api

Pendinginan
Menghilangkan unsur panas.
Menggunakan media bahan dasar air.

Isolasi
Menutup permukaan benda yang terbakar untuk menghalangi unsur O2 menyalakan api.
Menggunakan media serbuk ataupun busa.

Dilusi
Meniupkan gas inert untuk menghalangi unsur O2 menyalakan api.
Menggunakan media gas CO2.

Pemisahan
Memisahkan bahan mudah terbakar dari unsur api.
Memindahkan bahan-bahan mudah terbakar jauh dari jangkauan api.

Pemutusan
Memutus rantai reaksi api dengan menggunakan bahan tertentu untuk mengikat radikal bebas pemicu rantai reaksi api.
Menggunakan bahan dasar Halon (Penggunaan Halon sekarang dilarang karena menimbulkan efek rumah kaca).

Pengertian Budaya 5R dalam K3

Published by Priant Taruh on September 17, 2017

Pengertian

5R adalah cara/metode untuk mengatur/mengelola/mengorganisir tempat kerja menjadi tempat kerja yang lebih baik secara berkelanjutan.

Tujuan

Untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas tempat kerja.

Manfaat
  1. Meningkatkan produktivitas karena pengaturan tempat kerja yang lebih efisien.
  2. Meningkatkan kenyamanan karena tempat kerja selalu bersih dan luas.
  3. Mengurangi bahaya di tempat kerja karena kualitas tempat kerja yang bagus/baik.
  4. Menambah penghematan karena menghilangkan pemborosan-pemborosan di tempat kerja.

Langkah-Langkah Penerapan 5R

Ringkas
  1. Memilah barang  yang diperlukan & yang tidak diperlukan.
  2. Memilah barang  yang sudah rusak dan barang  yang masih dapat  digunakan.
  3. Memilah barang  yang harus dibuang atau tidak.
  4. Memilah barang  yang sering digunakan atau jarang penggunaannya.

Rapi
  1. Menata/mengurutkan  peralatan/barang  berdasarkan  alur proses  kerja.
  2. Menata/mengurutkan  peralatan/barang  berdasarkan  keseringan  penggunaannya, keseragaman, fungsi dan batas waktu.
  3. Pengaturan  tanda  visual supaya  peralatan/barang mudah ditemukan.

Resik
  1. Membersihkan  tempat  kerja dari semua kotoran,  debu dan sampah.
  2. Menyediakan sarana dan prasarana kebersihan di tempat kerja.
  3. Meminimalisir  sumber-sumber sampah dan kotoran.
  4. Memperbarui/memperbaiki  tempat  kerja yang sudah usang/rusak  (peremajaan).

Rawat
  1. Mempertahankan  3 kondisi di atas dari waktu ke waktu.

Rajin
  1. Mendisiplinkan  diri untuk melakukan  4 hal di atas.

Arti / Makna Logo K3

Published by Priant Taruh on September 17, 2017
Berbentuk lambang berupa palang berwarna hijau dengan roda bergerigi sebelas dengan warna dasar putih
Tahu kan bahwa setiap logo atau lambang memiliki artinya masing-masing, begitu juga dengan Logo Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Logo K3 memiliki arti pada setiap gambar dan warnanya, berikut ini arti / makna dari Logo K3:

Arti / Makna Tanda Palang
Bebas dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja (PAK).

Arti / Makna Roda Gigi
Bekerja dengan kesegaran jasmani dan rohani.

Arti / Makna Warna Putih
Bersih dan suci.

Arti / Makna Warna Hijau 
Selamat, sehat dan sejahtera.

Arti / Makna 11 Gerigi Roda
Sebelas Bab Undang-Undang No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.

Dasar Hukum Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Published by Priant Taruh on September 15, 2017

Dalam melakukan kegiatan apapun pasti harus mengikuti prosedur dan tentunya juga patuh terhadap hukum. Ngomongin soal hukum, ternyata K3 memiliki dasar Hukum. Berikut ini dasar Hukum yang mengatur tentang penerapan K3:

UU No 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja

Tempat dimana dilakukan pekerjaan bagi suatu usaha.
Adanya tenaga kerja yang bekerja di sana.
Adanya bahaya kerja di tempat itu.

Permenaker No 5 Tahun 1996 Tentang Sistem Manajemen K3

Setiap perusahaan yang memperkerjakan 100 (seratus) tenaga kerja atau lebih dan atau yang mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja seperti peledakan, kebakaran, pencemaran lingkungan dan penyakit akibat kerja (PAK).

Permenaker No 4 Tahun 1987 Tentang Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3)

Tempat kerja dimana pengusaha atau pengurus memperkerjakan 100 (seratus) orang atau lebih.
Tempat kerja dimana pengusaha memperkerjakan kurang dari 100 (seratus) orang tetapi menggunakan bahan, proses dan instalasi yang memiliki resiko besar akan terjadinya peledakan, kebakaran, keracunan dan pencemaran radioaktif.

Definisi Bahaya (Hazard) dan Faktor Bahaya yang Ada di Tempat Kerja

Published by Priant Taruh on September 15, 2017

Bahaya (hazard) merupakan sumber, situasi ataupun aktivitas yang berpotensi dapat menimbulkan cedera (kecelakaan) dan penyakit akibat kerja - OHSAS 18001:2007

Ini dia Lima Faktor Bahaya yang ada di tempat Kerja:

Faktor bahaya Biologi
  1. Jamur
  2. Virus
  3. Bakteri
  4. Tanaman
  5. Binatang

Faktor bahaya Kimia   
  1. Bahan/Material/Cairan/Gas/Debu/Uap Berbahaya.
  2. Beracun
  3. Reaktif
  4. Radioaktif
  5. Mudah Meledak
  6. Mudah Terbakar/Menyala
  7. Iritan
  8. Korosif

Faktor bahaya Fisik/Mekanik   
  1. Ketinggian
  2. Konstruksi (Infrastruktur)
  3. Mesin/Alat/Kendaraan/Alat Berat
  4. Ruangan Terbatas (Terkurung)
  5. Tekanan
  6. Kebisingan
  7. Suhu
  8. Cahaya
  9. Listrik
  10. Getaran
  11. Radiasi

Faktor bahaya Biomekanik   
  1. Gerakan Berulang
  2. Postur/Posisi Kerja
  3. Pengangkutan Manual
  4. Desain tempat kerja/alat/mesin

Faktor bahaya Sosial-Psikologis   
  1. Stress
  2. Kekerasan
  3. Pelecehan
  4. Pengucilan
  5. Intimidasi
  6. Emosi Negatif
Sudah tahu kan faktor-faktor bahaya yang dapat menyebabkan kecelakaan.

Apa Sih Tujuan Dilakukannya K3

Published by Priant Taruh on September 15, 2017

Apa sih tujuan K3? Pertanyaan tersebut mungkin sering ditanyakan bagi sebagian orang khususnya orang yang bukan berada di bidang K3.

Berdasarkan Undang-Undang No 1 Tahun 1970, K3 memiliki tujuan sebagai berikut:

1. Melindungi dan menjamin keselamatan setiap tenaga kerja dan orang lain di tempat kerja.
2. Menjamin setiap sumber produksi dapat digunakan secara aman dan efisien.
3. Meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas Nasional.

Jadi sebenarnya antara Tenaga Kerja, Pengusaha dan Pemerintah memiliki keterkaitan yang sangat erat. Tujuan dilakukannya K3 untuk melindungi tenaga kerja yang sedang berada ditempat kerja, begitupun memastikan keamanan dari sumber produksi dan tentunya meningkatkan kesejahteraan.