Resiko Dalam Pengusahaan Panas Bumi Menurut Sanyal dan Koenig (1995)

Published by Priant Taruh on November 17, 2017

Dalam suatu usaha tentu saja tak terlepas dari berbagai resiko yang bisa saja terjadi, begitu juga dalam pengusahaan panas bumi. Menurut Sanyal dan Koenig (1995), ada beberapa resiko dalam pengusahaan panas bumi, yaitu:

1. Resiko yang berkaitan dengan sumberdaya (resource risk), yaitu resiko yang berkaitan
dengan:
  • Kemungkinan tidak ditemukannya sumber energi panas bumi di daerah yang sedang dieksplorasi (resiko eksplorasi).
  • Kemungkinan besarnya cadangan dan potensi listrik di daerah tersebut lebih kecil dari yang diperkirakan atau tidak bernilai komersial (resiko eksplorasi).
  • Kemungkinan jumlah sumur eksplorasi yang berhasil lebih sedikit dari yang diharapkan (resiko eksplorasi).
  • Kemungkinan potensi sumur (well output), baik sumur eksplorasi lebih kecil dari yang diperkirakan semula (resiko eksplorasi).
  • Kemungkinan jumlah sumur pengembangan yang berhasil lebih sedikit dari yang diharapkan (resiko pengembangan).
  • Kemungkinan potensi sumur (well output) sumur pengembangan lebih kecil dari yang diperkirakan semula (resiko pengembangan).
  • Kemungkinan biaya eksplorasi, pengembangan lapangan dan pembangunan PLTP lebih mahal dari yang diperkirakan semula.
  • Kemungkinan terjadinya problem‐problem teknis, seperti korosi dan scaling (resiko teknologi) dan problem‐problem lingkungan.

2. Resiko yang berkaitan dengan kemungkinan penurunan laju produksi atau penurunan
temperatur lebih cepat dari yang diperkirakan semula (resource degradation).

3. Resiko yang berkaitan dengan kemungkinan perubahan pasar dan harga (market access dan
price risk).

4. Resiko pembangunan (construction risk).

5. Resiko yang berkaitan dengan perubahan manajemen (Management risk).

6. Resiko yang menyangkut perubahan aspek legal dan kemungkinan perubahan kebijaksanaan
pemerintah (legal & regulatory risk).

7. Resiko yang berkaitan dengan kemungkinan perubahan bunga bank dan laju inflasi (Interest
& inflation risk).

8. Force Majeure.

Perguruan Tinggi dengan Jurusan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Published by Priant Taruh on November 16, 2017

Jurusan Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah jurusan yang mempelajari tentang kejadian, penyebab serta pencegahan kecelakaan kerja agar tidak terjadi. Saat ini setiap perusahaan tentu saja mebutuhkan tenaga K3 untuk mengawasi pekerja agar terhindar dari kecelakaan kerja.

Hal tersebut menjadikan jurusan ini sebagai primadona, dimana lulusan ini bisa bekerja di seluruh perusahaan/tempat kerja yang membutuhkan tenaga K3.

Berikut ini beberapa perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki jurusan Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Perguruan Tinggi Program Studi Strata Peringkat Tanggal Daluarsa
Akademi Minyak Dan Gas Balongan Keselamatan Kerja Dan Pencegahan Kebakaran D-III C 2018-09-26
Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya Teknik Keselamatan Dan Kesehatan Kerja D-IV A 2020-10-31
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Binawan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja D-IV B 2021-10-13
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ibnu Sina Batam Kesehatan Dan Keselamatan Kerja S1 B 2022-07-28
Universitas Airlangga, Surabaya Kesehatan Dan Keselamatan Kerja S2 A 2022-09-29
Universitas Balikpapan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja D-IV B 2022-03-21
Universitas Indonesia Keselamatan Dan Kesehatan Kerja S2 A 2019-05-02
Universitas Sebelas Maret Keselamatan Dan Kesehatan Kerja D-IV B 2018-11-01

25 Kampus dengan Jurusan Teknik Geologi di Indonesia

Published by Priant Taruh on November 16, 2017
Teknik Geologi merupakan suatu bidang studi yang mempelajari tentang Bumi, hal tersebut seperti bentuk muka bumi, material penyusun bumi, berbagai jenis dan bentuk batuan serta hal-hal lainnya yang berkaitan dengan bumi.

Source: www.le.ac.uk/

Berikut ini kampus dengan jurusan geologi yang ada di Indonesia beserta dengan peringkat akreditasinya.

PERINGKAT A

Perguruan Tinggi Program Studi Strata Peringkat Tanggal Daluarsa
Institut Teknologi Bandung Teknik Geologi S1 A 2020-06-27
Institut Teknologi Bandung Teknik Geologi S2 A 2020-12-12
Institut Teknologi Bandung Teknik Geologi S3 A 2019-12-07
Universitas Gadjah Mada Teknik Geologi S1 A 2018-11-29
Universitas Gadjah Mada Teknik Geologi S2 A 2020-09-12
Universitas Gadjah Mada Ilmu Teknik Geologi S3 A 2021-08-04
Universitas Hasanuddin Teknik Geologi S1 A 2021-08-18
Universitas Padjadjaran Teknik Geologi S1 A 2022-03-21
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta Teknik Geologi S1 A 2018-12-13

PERINGKAT B

Perguruan Tinggi Program Studi Strata Peringkat Tanggal Daluarsa
Institut Sains Dan Teknologi Akprind Teknik Geologi S1 B 2019-01-09
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya Teknik Geologi S1 B 2020-08-21
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Teknik Geologi S1 B 2019-10-01
Universitas Diponegoro Teknik Geologi S1 B 2022-06-20
Universitas Hasanuddin Geologi S2 B 2017-10-18
Universitas Jenderal Soedirman Teknik Geologi S1 B 2022-05-23
Universitas Negeri Gorontalo Teknik Geologi S1 B 2020-12-29
Universitas Padjadjaran Teknik Geologi S2 B 2018-01-10
Universitas Padjadjaran Teknik Geologi S3 B 2019-12-07
Universitas Pakuan Teknik Geologi S1 B 2020-09-03
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta Teknik Geologi S2 B 2022-06-20
Universitas Trisakti Teknik Geologi S1 B 2020-08-01

PERINGKAT C

Perguruan Tinggi Program Studi Strata Peringkat Tanggal Daluarsa
Institut Sains Dan Teknologi Td Pardede Teknik Geologi S1 C 2017-07-05
Institut Teknologi Medan Teknik Geologi S1 C 2017-10-18
Politeknik Geologi Dan Pertambangan Agp Bandung Teknik Geologi Terapan D-III C 2020-03-28
Sekolah Tinggi Teknologi Mineral Indonesia Teknik Geologi S1 C 2018-07-20
Universitas Halu Oleo Teknik Geologi S1 C 2020-05-15
Universitas Islam Riau Teknik Geologi S1 C 2020-01-16
Universitas Jambi Teknik Geologi S1 C 2022-05-23
Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong Teknik Geologi D-III C 2020-03-28
Universitas Ottow Geissler Teknik Geologi S1 C 2019-06-18
Universitas Sains Dan Teknologi Jayapura Teknik Geologi S1 C 2022-10-10
Universitas Syiah Kuala Teknik Geologi S1 C 2022-08-22
Universitas Victory Sorong Teknik Geologi S1 C 2018-08-03

Untuk detailnya silahkan kunjungi link berikut ini:

Jabatan dan Tugas Drilling Rig Crew

Published by Priant Taruh on November 15, 2017
Dalam suatu operasi pemboran, membutuhkan pekerja yang menguasai pekerjaan berdasarkan bidangnya masing-masing serta berpengalaman.

Setiap pekerja yang ada di Rig memiliki tugasnya masing-masing. Berikut ini bidang serta tugas dari crew yang ada di Rig.

Source: http://jamierood.com/blog/

1. Company man, adalah wakil dari perusahaan yang berada di tempat operasi pemboran. Company man yang memutuskan segala kebijaksanaan perusahaan selama operasi pemboran berlangsung.

2. Tool pusher, wakil dari kontraktor yang mahir dalam melaksanakan operasi pemboran serta menguasai perlengkapan anjungan dan permesinan.

3. Driller, bertugas untuk mengawasi operasi pemboran dari meja pengontrol yang ditempatkan dekat draw work. Pengontrol ini menolong driller untuk mengoperasikan perlengkapan yang digunakan serta memonitor operasi pemboran yang sedang berlangsung.

4. Derickman, tugasnya adalah membantu driller selama operasi pemboran berlangsung.

5. Rotary helper, sedikitnya terdiri dari dua atau tiga orang. Mereka yang bertanggung jawab untuk menangani dan menjaga perlengkapan dan alat-alat yang digunakan dalam operasi pemboran.

6. Motor man, yaitu orang yang bertanggung jawab pada prime mover agar kebutuhan daya untuk setiap sistem terpenuhi.

7. Rig mechanic, bertugas memeriksa, memelihara dan memperbaiki peralatan mekanik pada rig.

8. Rig electrician, bertanggung jawab pada pemeriksaan, pemeriharaan pada generator listrik serta sistem pendistribusian.

9. Mud engineer, bertugas memeriksa sifat-sifat fluida pemboran serta menentukan jenis fluida pemboran yang sesuai untuk digunakan.

10.Mud logger, bertugas untuk menilai suatu formasi yang telah dicapai dengan melakukan pemeriksaan terhadap serpih pemboran (cutting).

11.Casing and cementing crew, bertugas merencanakann, mengoperasikan dan memelihara peralatan-peralatan khusus yang digunakan selama operasi pemasangan casign dan cementing.

12.Wellsite Geologi, adalah wakil perusahaan yang bertugas mengawasi proses pemboran berlangsung dengan baik dan sesuai target yang telah ditetapkan.

Pengertian, Penyebab dan Cara Mengatasi Lost Circulation

Published by Priant Taruh on November 14, 2017
Lost circulation merupakan kejadian dimana lumpur pemboran masuk kedalam zona formasi. Hal tersebut terjadi akibat beberapa hal.

Penyebab Lost Circulation
  1. Permeabilitas formasi terlalu tinggi (fracture) sehingga lumpur akan masuk formasi tersebut sehingga volume lumpur berkurang.
  2. Pore pressure yang rendah. Bila PH > tekanan pori, maka lumpur akan masuk ke formasi.
  3. Karakteristik lumpur yang jelek; BJ terlalu tinggi, visc terlalu tinggi.
  4. Pecahnya formasi akibat pergerakan pipa yang cepat.

Source: https://halliburtonblog.com

Akibat Lost Circulation
  1. Kerugian dari segi Ekonomi.
  2. Kehilangan lapisan produktif.
  3. Kehilangan lapisan yang akan di bor.
  4. Bisa menyebabkan terjadnya kebakaran akibat blowut.

Pencegahan Lost Circulation
  1. Melakukan study sumur.
  2. Membuat program lumpur dengan baik.
  3. Melakukan training untuk crew.

Cara Mengatasi Lost Circulation
  1. Gunakan LCM (Loss Circulation Material).
  2. Kurangi BJ lumpur sampai PH lumpur sama dengan tekanan formasi.
  3. Mengurangi rate sirkulasi.

Pengaruh Lost Circulation :
  1. Berkurangnya tinggi kolom lumpur di anulus shg Ph lumpur < Pformasi
  2. Naiknya cost pemakaian LCM.
  3. Kehilangan data lithologi batuan. Ini sebagai akibat tidak naiknya cutting ke permukaan.
  4. Terjadi stuck pipe sehingga membesarnya cost krn dilakukannya fishing operasi.
  5. Mengurangi produktivitas sumur. Ini akibat dimasukkannya LCM ke dalam pay zone.
  6. Side tracking harus dilakukan untuk menghindari lapisan loss
  7. Kemungkinan kehilangan lapisan.

Jenis Zona Loss Circulation
  1. Empat tipe utama formasi di mana loss terjadi
  2. Unconsolidated or Highly Permeable
  3. Naturally Fractured
  4. Induced Fractured
  5. Cavernous

Empat Tipe Loss Rate
  1. Seepage losses 1 – 10 bbls/hour
  2. Partial losses 10 – 50 bbls/hour
  3. Complete losses mud level 200 – 500 feet
  4. Severe complete losses mud level > 500 feet

Pengertian dan Penyebab Terjadinya Blowout

Published by Priant Taruh on November 14, 2017

Blowout merupakan naiknya fluida (minyak, gas atau cairan lainnya) dari dalam sumur ke permukaan yang tidak bisa dikontrol.

Blowout juga merupakan kejadian yang terjadi ketika Kick tidak dapat ditanggulangi.

Penyebab terjadinya blowout disebabkan oleh PH (tekanan hidrostatis) < P Formasi (tekanan formasi). Hal tersebut terjadi karena beberapa hal berikut:

1. BJ Lumpur yang mengecil, akibat dari penambahan air formasi atau gas

a. Pemboran menembus formasi gas

Akibat menembus formasi gas maka gas akan masuk ke dalam cutting. Pada saat di dasar lubang, gas tidak akan keluar krn Ph masih tinggi. Saat cutting naik keatas maka PH disekeliling cutting akan berkurang sehingga gas akan keluar, masuk ke lumpur dan akan mengembang. Hal tersebut akan menyebabkan BJ lumpur mengecil.

b. Swabb effect

Swabb effect adalah terhisapnya fluida formasi kedalam sumur.
Terjadi karena:
  • Viskositas lumpur terlalu tinggi
  • Mencabut rangkaian bor terlalu cepat
  • Clearance antara bit dengan dinding lubang kecil (MC tebal & bit balling)


2. Tinggi kolom lumpur berkurang

A. Disebabkan lumpur masuk ke dalam formasi (Mud loss).

Hal tersebut disebabkan oleh beberapa hal berikut ini:

a. Terjadi apabila membor formasi rekah.

Formasi pecah disebabkan oleh:
  • Viskositas lumpur tinggi (sebabkan pressure loss tinggi)
  • Squeeze effect atau pressure surge
  • BJ lumpur terlalu tinggi (Psirk terlalu tinggi)
  • Pemompaan lumpur secara mengejut
  • Gel strength tinggi (perlu break circulation)

b. Menembus formasi rekahan

Terjadi karena kita menembus formasi karbonat/gamping yang mengandung rekahan dan lumpr akan masuk ke dalam rekahan tersebut. Hal tersebut akan mengakibatkan tinggi kolom lumpur berkurang sehingga PH akan berkurang.

B. Terlambat mengisi lubang bor saat mencabut rangkaian

Dikenal adanya cabut basah (wet pull) dan cabut kering (dry pull)

a. Wet pull terjadi bila:
  • Rangkaian memakai DP float
  • Nozzle bit terlalu kecil

b. Dry pull (cabut kering)
  • Pada saat cabut kering maka lumpur di anulus dan dalam rangkaian sama sama turun.

3. Menembus formasi Abnormal

Formasi abnornal adalah formasi yang mempunyai gradient tekanan Formasi > 0.465 psi/ft. Apabila PH lumpur < P formasi, maka akan terjadi blowout.

Penyebab tekanan abnormal :
  • Patahan
  • Struktur reservoir yang luas
  • Gas cap
  • Aquifer
  • Massive shale
  • Pasir diantara shale
  • Lensa lensa pasir
  • Tekanan yang berasal dari formasi yang lebih dalam

50 Perusahaan Tambang Terbesar di Dunia

Published by Priant Taruh on November 13, 2017

Tambang merupakan suatu proses untuk mendapatkan material yang terkandung di dalam Bumi.
Ada berbagai macam jenis operasi tambang seperti batu bara, besi, Iron Ore, bahan baku baja dan lain-lain.

Operasi tersebut dikelolah oleh berbagai jenis perusahaan, mulai dari perusahaan kecil, sedang dan sampai perusahaan yang besar.

Berikut ini 50 Perusahaan pertambangan terbesar di dunia.

1. BHP Billiton
Kantor Pusat: Melbourne, Australia
Operasi: Diversified

2. Rio Tinto
Kantor Pusat: Melbourne, Australia
Operasi: Diversified

3. Glencore 
Kantor Pusat: Baar, Switzerland
Operasi: Diversified

4. China Shenhua Energy 
Kantor Pusat: Dongcheng, China
Operasi: Coal

5. Vale 
Kantor Pusat: Rio de Janeiro, Brazil
Operasi: Steel Raw Materials

6. Coal India 
Kantor Pusat: Kolkata, India
Operasi: Coal

7. Southern Copper 
Kantor Pusat: Phoenix, United States
Operasi: Base Metals

8. Norilsk Nickel 
Kantor Pusat: Moscow, Russia
Operasi: Base Metals

9. Barrick Gold 
Kantor Pusat: Toronto, Canada
Operasi: Precious Metals

10. Anglo American 
Kantor Pusat: London, United Kingdom
Operasi: Diversified

11. Freeport-McMoRan 
Kantor Pusat: Phoenix, United States
Operasi: Base Metals

12. Hindustan Zinc 
Kantor Pusat: Udaipur, India
Operasi: Base Metals

13. Newmont Mining
Kantor Pusat: Denver, United States
Operasi: Precious Metals

14. Polyus 
Kantor Pusat: Moscow, Russia
Operasi: Precious Metals

15. Fortescue Metals Group 
Kantor Pusat: Perth, Australia
Operasi: Iron Ore

16. Potash Corp 
Kantor Pusat: Saskatoon, Canada
Operasi: Potash

17 Fresnillo 
Kantor Pusat: Mexico City, Mexico
Operasi: Precious Metals

18. Newcrest Mining 
Kantor Pusat: Melbourne, Australia
Operasi: Precious Metals

19. Teck Resources 
Kantor Pusat: Vancouver, Canada
Operasi: Diversified

20. Ma'aden 
Kantor Pusat: Riyadh, Saudi Arabia
Operasi: Diversified

21. Goldcorp 
Kantor Pusat: Vancouver, Canada
Operasi: Precious Metals

22. Vedanta 
Kantor Pusat: Panaji, India
Operasi: Diversified

23. Alrosa 
Kantor Pusat: Mirny, Russia
Operasi: Diamond

24. Franco Nevada 
Kantor Pusat: Toronto, Canada
Operasi: Precious Metals

25. South32 
Kantor Pusat: Perth, Australia
Operasi: Diversified

26. China Coal Energy 
Kantor Pusat: Chaoyang, China
Operasi: Coal

27. Antofagasta 
Kantor Pusat: London, United Kingdom
Operasi: Base Metals

28. Zijin Mining 
Kantor Pusat: Xiamen, China
Operasi: Precious Metals

29. PeÐoles 
Kantor Pusat: Mexico City, Mexico
Operasi: Precious Metals

30. Mosaic 
Kantor Pusat: Plymouth, United States
Operasi: Potash

31. China Molybdenum 
Kantor Pusat: Luoyang City, China
Operasi: Base Metals

32. Agnico Eagle 
Kantor Pusat: Toronto, Canada
Operasi: Precious Metals

33. Uralkaliy 
Kantor Pusat: Berezniki, Russia
Operasi: Potash

34. Shandong Gold 
Kantor Pusat: Jinan, China
Operasi: Precious Metals

35. Silver Wheaton 
Kantor Pusat: Vancouver, Canada
Operasi: Precious Metals

36. SQM 
Kantor Pusat: Santiago, Chile
Operasi: Lithium

37. Shaanxi Coal 
Kantor Pusat: Xian, China
Operasi: Coal

38. Sumitomo Metal Mining 
Kantor Pusat: Tokyo, Japan
Operasi: Base Metals

39. Randgold Resources 
Kantor Pusat: Jersey, United Kingdom
Operasi: Precious Metals

40. Boliden 
Kantor Pusat: Stockholm, Sweden
Operasi: Base Metals

41. Jiangxi Copper 
Kantor Pusat: Guixi City, China
Operasi: Base Metals

42. First Quantum Minerals 
Kantor Pusat: Vancouver, Canada
Operasi: Base Metals

43. Yanzhou Coal 
Kantor Pusat: Zoucheng, China
Operasi: Coal

44. NMDC 
Kantor Pusat: Hyderabad, India
Operasi: Diversified

45. China Northern Rare Earth 
Kantor Pusat: Baotou, China
Operasi: Rare Earth

46. Tianqi Lithium Industries 
Kantor Pusat: Chengdu, China
Operasi: Lithium

47. Turquoise Hill Resources 
Kantor Pusat: Vancouver, Canada
Operasi: Base Metals

48. Anglo American Platinum 
Kantor Pusat: Johannesburg, South Africa
Operasi: Precious Metals

49. KGHM 
Kantor Pusat: Lubin, Poland
Operasi: Base Metals

50. ICL Israel Chemicals 
Kantor Pusat: Tel Aviv, Israel
Operasi: Potash

Sumber: http://www.mining.com/top-50-biggest-mining-companies/