Blowout Preventer System (BOP)

Published by Priant Taruh on Juli 28, 2016

Blowout preventer (BOP) adalah peralatan yang diletakkan tepat di atas permukaan sumur untuk mengatasi apabila dalam pemboran tiba-tiba terjadi aliran dari formasi yang terlihat dengan adanya penambahan volume lumpur ditangki atau dilihat langsung dengan adanya semburan dari dalam lubang bor (kick) .

Jumlah dan kekuatan BOP yang digunakan tergantung dari kedalaman sumur yang akan dibor serta antisipasi maksimum terhadap tekanan reservoir yang akan dibor. Kapasitas dan susunan suatu rangkaian BOP, dapat mengacu pada petunjuk MASP (Maximum Antisipated Surface Pressure).


Secara umum terdapat dua type BOP, yaitu :

1. Annular preventer

Annular Preventer dapat menutup lubang anulus pada saat ada rangkaian pipa bor maupun dalam keadaan kosong.

Annular BOP didesain untuk menutup sekeliling lubang sumur dengan berbagai jenis ukuran ddan bentuk peralataan yang sedang diturunkan kedalam lubang bor. Sehingga annular BOP ini dapat menutup annulus disekitar drillpipe, drillcolar, dan casing. Juga dapat mengisolasi sumur dalam kondisi open hole.

2. Ram preventer

ram preventer dapat dibagi menjadi empat type ram, yaitu :

a) Pipe rams

Pipe ram berfungsi menutup lubang bor disaat rangkaian bor berada di lubang bor.

Pipe ram didesain untuk menutu annulus disekeliling peralatan-peralatan yang berupa drillpipe, tubing atau casing.penutup ini berupa dua block ram baja yang berbentuk semi-circular, yang dilengkapi dengan dua pasang karet isolasi. Ram ini dapat menutup disekeliling drillpipe, tubing, drill colar, kelly atau casing tergantung dari ukuran ram yang dipilih. 

b) Variable-bore ram (VBR)
Pada operasi pemboran normal BOP ram harus diganti setiap perubahan drillpipe atau casing yang digunakan. Fungsi VBR ini hampir sama dengan jenis pipe ram.

c) Blind ram

Blind ram berfungsi menutup lubang bor disaat rangkaian bor tidak berada di lubang bor. 
Blind ram hampir mirip dengan pipe ram, kecuali packer diganti dengan packer tanpa cutouts (lengkungan pipa). Ram ini didesain untuk menutup dan mengisolasi lubang bor pada saat drill string atau casing tidak berada dalam lubang pemboran.

d) Shear ram

Shear ram adalah blind ram yang dapat memotong pipa dan mngisolasikan lubang dalam kondisi openhole. Penggunaan shear ram sangat diperhitungkan dan merupakan tahap terkahir dipakai. Jika pipe ram dan blind ram tidak dapat mengatasi semburan maka tahap terakhir yang akan digunakan adalah menggunakan shear ram.

Penggunaan BOP pada umumnya adalah sebagai berikut :

1. Pada Surface casing

Menggunakan BOP dengan pressure rating 500-2000 psi, berfungsi sebagai diverter ( untuk menghindari semburan keatas lantai bor ). Biasanya drilling spool dipasang valve 4” – 8”, selama operasi pemboran valve dalam keadaan tertutup tetap harus segera dibuka apabila diperlukan. Hal ini bertujuan untuk menghindari Formation Break Down. Valve ini harus dibuka sebelum menimbulkan BOP, jangan sekali-kali menutup sumur karena BOP disini hanya berfungsi sebagai pengatur aliran saja.

2. Pada Conduktor casing

BOP yang dipakai berkisar 2000 – 3000 psi

3. Pada Intermediate casing

BOP yang dipakai berkisar 3000 – 5000 psi

4. Pada Production casing

BOP yang dipakai berkisar 5000 – 10000 psi

BOP system terdiri dari 2 komponen utama, yaitu:

1. BOP stack dan Accumulator,terdiri dari :
  • Annular Preventer
  • Pipe Ram Preventer
  • Drilling Spool
  • Blind Ram Preventer
  • Casing Head

2. Supporting system, terdiri dari:
  • Choke Manifold
  • Kill Line
BOP system terdiri dari 4 komponen besar:

1. Accumulator unit
  • Sebagai tenaga penggerak buka tutup BOP stack.
  • Sebagai tenaga penggerak buka tutup HOR valve pada kill line, choke line, back pressure manifold.
  • Dalam keadaan emergency dapat dipakai untuk mengetest BOP choke manifold, well head, casing dan leak off test.

2. BOP stack

3. Choke Manifold
  • Choke manifold merupakan suatu kumpulan fitting dengan beberapa outlet yang dikendalikan secara manual dan/atau otomatis. Bekerja pada BOP Stack dengan “High Pressure Line”, disebut “Choke line”. Bila dihidupkan, choke manifold membantu menjaga back pressure dalam lubang bor untuk mencegah terjadinya intrusi fluida formasi.

    Lumpur bor dapat dialirkan dari BOP Stack ke sejumlah valve (yang membatasi aliran dan langsung ke reserve pits), mud-gas separator atau mud conditioning area back pressure dijaga sampai lubang bor dapat dikontrol kembali.
4. Kill Line
  • Untuk menahan killing the well.
  • Untuk menakukan pengujian working pressure pada BOP, choke manifold, wellhead, casing.
  • Untuk melakukan reserve circulating.
  • Untuk membersihkan pipa sumur diatas well head setetlah penyemenan selesai.

Saya bukan master ataupun ahli. Hanya seorang mahasiswa yang ingin sharing pengetahuan mengenai Migas, Geothermal dan Pengetahuan Umum lainnya.

Share this

Subscribe Yuk !!!

Postingan Terkait

First

   Berkomentarlah dengan Baik dan Sopan.