Teknologi Panas Bumi (Geothermal)

Published by Priant Taruh on Agustus 15, 2016

Panas bumi merupakan energi terbarukan, dimana panas bumi memanfaatkan panas yang ada pada daerah sekitar magma yang kemudian panas tersebut dikonversi menjadi listrik.

Teknologi panas bumi ada Tiga, dimana teknologi ini berfungsi untuk pemanfaatan panas bumi dengan cara yang berbeda-beda. Berikut ketiga teknologi tersebut:

1. Dry Steam Power Plants

Pembangkit tipe ini adalah yang pertama kali ada. Pada sistem ini fluida yang keluar dari wellhead hanya uap (steam) langsung diarahkan ke turbin yang kemudian dapat mengaktifkan generator untuk bekerja menghasilkan listrik. Sisa panas yang datang dari production well dialirkan kembali ke dalam reservoir melalui injection well. Pembangkit tipe tertua ini pertama kali digunakan di Lardarello, Italia, pada 1904 dimana saat ini masih berfungsi dengan baik. Di Amerika Serikat pun dry steam power masih digunakan seperti yang ada di Geysers, California Utara.
sumber: esdm.go.id

2. Binary Cycle Power Plants (BCPP)

BCPP (Binary Cycle Power Plant) menggunakan teknologi yang berbeda dengan kedua teknologi sebelumnya yaitu dry steam dan flash steam. Pada BCPP air panas atau uap panas yang berasal dari reservoir kemudian di produksikan menggunakan sumur produksi (production well) tidak pernah menyentuh turbin. 

Air panas bumi digunakan untuk memanaskan apa yang disebut dengan working fluid pada heat exchanger. Working fluid kemudian menjadi panas dan menghasilkan uap berupa flash. Uap yang dihasilkan di heat exchanger tadi lalu dialirkan untuk memutar turbin dan selanjutnya menggerakkan generator untuk menghasilkan sumber daya listrik. Uap panas yang dihasilkan di heat exchanger inilah yang disebut sebagai secondary (binary) fluid. 

Binary Cycle Power Plant ini sebetulnya merupakan sistem tertutup. Jadi tidak ada yang dilepas ke atmosfer. 

Keunggulan dari BCPP ialah dapat dioperasikan pada suhu rendah yaitu 90-1750C. Air panas maupun uap air yang keluar dari heat exchanger akan dikembalikan ke dalam perut bumi dengan cara diinjeksikan melalui sumur injeksi. Pembangkit ini menggunakan fluida kerja yang mempunyai titik kritis yang rendah sehingga pembangkit listrik tipe ini dapat memanfaatkan uap air, maupun air panas dengan temperatur yang tidak terlalu tinggi.

Baca juga artikel lainnya: Perbedaan dan Persamaan Geothermal dan Migas

3. Combined Cycle
Sistem pemisah ini menurut saya merupakan gabungan antara separated steam cycle dengan  binary cycle power plant (bcpp). Fluida yang keluar dari sumur produksi akan dipisahkan menggunakan separator, uap yang terpisah akan dialirkan ke turbin sedangkan brine dari separator tersebut akan digunakan sebagai fluida pemanas untuk memanaskan fluida organik sebelum kemudian dialirkan ke sumur injeksi.

4. Separated Steam Cycle
Pada tipe ini fluida yang keluar dari wellhead merupakan fluida dua fasa yaitu air dan uap, sehingga digunakanlah separator sebagai media pemisah untuk memisahkan uap (steam) dan air panas (brine). Uap yang telah terpisah tersebut kemudian dialirkan ke turbin.

5. Single Flash Steam


Yang dimaksud dengan single flash steam yaitu dimana pada tipe ini fasa fluida merupakan air panas jenuh sehingga uap sulit untuk menguap, maka digunakanlah alat flasher yang berfungsi untuk menguapkan cairan dengan tekanan yang rendah sehingga terjadilah penguapan. Uap tersebut kemudian diarahkan ke turbin, sedangkan air panas (brine) yang tidak menguap tersebut di alirkan ke balong / kolam air panas yang kemudian akan diinjeksikan kembali.

6. Double Flash Steam
Prosesnya sebenarnya hampir sama dengan flash steam, yang berbeda hanyalah penambahan untuk alat pemisah yaitu separator. Fluida yang keluar dari wellhead akan terlebih dahulu dipisahkan melalui separator, hasil pemisahan uap akan dialirkan ke turbin sedangkan hasil pemisahan air panas akan di alirkan ke flasher terlebih dahulu sebelum diarahkan sumur injeksi.
Pada tipe ini digunakan 2 jenis turbin yang disusun secara ganda, yaitu HP (high pressuer) turbin dan LP (low pressure) turbin.

7. Flashing Multi Flash Steam
Sistem ini bisa dibilang sama saja dengan double flash steam, bedanya hanyala pada turbin. Pada tipe ini turbin dibuat secara terpisah, uap dari separator akan dialirkan ke high pressure turbin dan uap dari flasher akan dialirkna ke low pressure turbin.

Saya bukan master ataupun ahli. Hanya seorang mahasiswa yang ingin sharing pengetahuan mengenai Migas, Geothermal dan Pengetahuan Umum lainnya.

Share this

Subscribe Yuk !!!

Postingan Terkait

Previous
Next Post »

   Berkomentarlah dengan Baik dan Sopan.