Secondary Cementing

Published by Priant Taruh on Januari 05, 2017


Secondary cementing adalah proses penyemenan ulang ketika pada primary cementing terdapat hal yang kurang memuaskan atau tidak sesuai prosedur, secondar cementing juga dilakukan bila pengeboran gagal mendapatkan minyak dan menutup lagi zona produktif yang diperforasi. Hal tersebut diketahui pada saat dilakukannya cement bond logging ( CBL ) dan variable density logging ( VDL ).

Secondary dapat dbagi menjadi tiga bagaian antara lain : 

1. Squeeze cementing

Squeeze cementing bertujuan :
  • Memperbaiki kebocoran yang terjadi casing.
  • Mengurangi water – oil ratio, water – gas ratio, atau gas – oil ratio.
  • Memperbaiki primary cementing yang kurang memuaskan.
  • Menutup formasi yang sudah tidak lagi produktif.
  • Menutup zona lost circulation.

Operasi squeeze dilakukan selama operasi pemboran berlangsung, komplesi atau pada saat workover.

2. Re-cementing

Re-cementing dlakukan untuk menyempurkan primary cementing yang gagal dan untuk memperluas perlindungan casing diatas top semen.

3. Plug-back cementing

Plug-back cementing dilakukan untuk :
  • Menutup atau meninggalkan sumur.
  • Melakukan directional drilling sebagai landasan whipstock, yang dikarkan adanya perbedaan compressive strength antara semen dan formasi maka akan mengakibatkan bit berubah arahnya.
  • Menutup zona air dibawah zona minyak agar water – oil ratio berkurang pada open hole completion.

Saya bukan master ataupun ahli. Hanya seorang mahasiswa yang ingin sharing pengetahuan mengenai Migas, Geothermal dan Pengetahuan Umum lainnya.

Share this

Subscribe Yuk !!!

Postingan Terkait

Previous
Next Post »

   Berkomentarlah dengan Baik dan Sopan.