Sensor PIT

Published by Priant Taruh on Januari 03, 2017

Sensor pit ada 2 macam yaitu delaval dan potensio meter.  Pit sensor delaval bekerja dengan rangkaian IC yang dipengaruhi oleh naik turunnya pelampung sensor.
Pit sensor potensio bekerja dengan berdasarkan perubahan resistivity pada potensio meter yang digerakkan ( diputar ) oleh naik-turunnya pelampung  sensor. Pergerakan bola sensor terjadi oleh naik turunnya permukaan Lumpur di pit dimana sensor tersebut di pasang.
Parameter yang dihasilkan/dipengaruhi oleh sensor Pit adalah
1      Pit Volume(Pit 1,Pit 2,Pit 3 …dst )
2      Pit G/L
3      Total Pit  Volume
4      Trip Tank Volume
5      Trip Tank G/L
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada sensor Pit / Pit Volume
1      Pasang sensor agak jauh/aman dari putaran agitator Lumpur. Sensor terpasang dengan kuat menggunakan “C” claim
2      Sensor dikalibrasi ulang tiap 7 hari sekali ( atau cek nilai volume/signal max dan min pada saat TSK/WOC )
3      Catat nilai signal/volume min dan max tiap-tiap sensor pada kalibrasi pertama kali
4      Cek setiap saat kondisi sensor pastikan dalam keadaan baik. Bola sensor dapat bergerak bebas/tanpa hambatan, posisi sensor lurus vertical ( tidak miring ), J-box sensor tertutup rapat, rangkaian kabel terpasang aman (di bawah lantai ) sampai J-box utama (main J-box)
5      Bersihkan sensor saat tank  Lumpur di kuras dan saat rig down.
6      Bila terjadi penurunan volume pit active, kemungkinan ada transfer kebocoran tangki Lumpur, atau Pit drill. Bila terjadi loss akan  disertai penurunan  SPP
7      Bila terjadi penaikan volume pit active, kemungkinan ada transfer atau kick ( gain ) perhatikan gas dan cek degasser pastikan dalam kondisi bagus.

Saya bukan master ataupun ahli. Hanya seorang mahasiswa yang ingin sharing pengetahuan mengenai Migas, Geothermal dan Pengetahuan Umum lainnya.

Share this

Subscribe Yuk !!!

Postingan Terkait

Previous
Next Post »

   Berkomentarlah dengan Baik dan Sopan.