Sensor Torque

Published by Priant Taruh on Januari 03, 2017

Sensor berupa press tranducer 5000 psi dipasang di Drilling console atau di “T” connector torque Top drive, prinsip kerja sensor dengan pressure tranducer yang mendapat tekanan saat pipa diputar.
tekanan tersebut akan ditransfer ke DAU sebagai arus listrik ( 0 – 24 mA).
Parameter yang dihasilkan/dipengaruhi adalah: Torque / Relatif Torque ( bila di drilling console tidak ada satuan )
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada Sensor dan Torque:
1      Pastikan sensor terpasang dengan kuat,  quick coupling sesuai ukuran dengan rig biasanya ¼ “.
2      Bila pressure tranducer baru, isi dengan martin decker fluid setelah dipasang male /female quick coupling
3      Pastikan kabel tersambung dengan baik ( + dan – jangan terbalik ) dan tidak basah.
4      Bila torque bartambah significant pada RPM tetap , kemungkinan ada perubahan formasi misal dari shale ke Limestone (F.Baturaja atau F.Kujung)
5      Bila torque/relative torque berubah ubah (eratic) dengen RPM tetap, dan bit hours sudah tinggi, kemungkinan factor bit yang sudah aus/dull, biasanya disertai munculnya gram-gram (metal) pada cutting.
6      Bila torque tiba-tiba tinggi kemungkinan pack off (SPP juga membesar),  pipa terjepit (stuck pipe), ada benda logam jatuh ke lobang (ada gram/metal pada cutting) atau pengaruh geometri lobang (directional well ).

Saya bukan master ataupun ahli. Hanya seorang mahasiswa yang ingin sharing pengetahuan mengenai Migas, Geothermal dan Pengetahuan Umum lainnya.

Share this

Subscribe Yuk !!!

Postingan Terkait

Previous
Next Post »

   Berkomentarlah dengan Baik dan Sopan.