Pengertian Separator dan Cara Kerjanya

Published by Priant Taruh on Mei 07, 2017

Separator adalah tabung bertekanan dan bertemperatur tertentu yang digunakan untuk memisahkan fluida produksi ke dalam fasa cairan dan fasa gas. Cara kerja dari separator tersebut yaitu dengan gaya pemisahan fluida dengan densitas, dimana fluida yang lebih berat akan berada dibagian bawah sedangkan fluida yang lebih ringan akan berada pada bagian atas. Separator terbagi berdasarkan, jenis, tekanan kerja, jumlah fasa dan berdasarkan bentuknya.

Baca juga : Problem produksi migas

Fungsi utama dari separator adalah:
  1. Unit pemisah utama cairan dari gas.
  2. Melanjutkan proses dgn meisahkan gas ikutan dari cairan.
  3. Untuk mengontrol penghentian kemungkinan pelepasan gas dari cairan.
  4. Memberikan waktu yang cukup pemisahan antara minyak dan air yang ikut terproduksi.
Pembagian separator berdasarkan tekanan kerja (operating pressure) yaitu:
  1. High Pressure (HP) Separator: 650 – 1500 psi (45 – 100 ksc).
  2. Medium Pressure (MP) Separator: 225 – 650 psi (15 – 45 ksc).
  3. Low Pressure (LP) Separator: 10 – 225 psi (0.7 – 15 ksc).
Berdasarkan jumlah fasanya, separator dibagi menjadi 2 jenis antara lain :
  1. Separator 2 fasa
    Separator yang memisahkan fluida produksi menjadi fasa cair dan fasa gas.Fasa cair yang sudah terpisah keluar dari bagian bawah separator sedangkan fasa gas keluar melalui bagian atas separator.
  2. Separator 3 fasa
    Separator yang memisahkan fluida produksi menjadi minyak, air dan gas.Minyak yang sudah terpisah menujuoil outlet di bagian kanan separator, air akan berada di bagian bawah dan keluar melalui water inlet, sedangkan gas yang sudah terpisah akan keluar melalui bagian atas separator.
Berdasarkan bentuknya, separator dibagi menjadi 3 jenis antara lain :
  1. Separator vertical
    Separator vertical cocok digunakan untuk sumur yang mempunyai GOR (Gas Oil Ratio) rendah.Untuk masalah penempatanya, separator vertical sangat efisien karena tidak membutuhkan tempat yang luas sehingga sangat cocok di gunakan di lapangan offshore.
  2. Separator horizontal
    Separator horizontal lebih murah dibandingkan separator vertikal dan separator ini juga ekonomis untuk pemrosesan fluida yang mempunyai GOR tinggi.Untuk penempatannya separator horizontaltidak memerlukan pondasi yang khusus.
  3. Separator spherical
    Separator bundar / spherical mempunyai keuntungan – keuntungan antara lain : mempunyai bentuk yang kompak, sangat baik untuk fluida yang mengandung pasir dan lumpur. Namun separator jenis ini mempunyai kapasitas yang lebih kecil dibandingkan dengan separator horizontal maupun separator vertical.Separator bulat sangat cocok digunakan untuk separator tes unit yang portable.
Separator Horizontal Beserta Komponen dan Fungsi Komponennya


Deflector Plate
Fungsi deflector plate untuk memisahakan cairan dari gas dan di gunakan untuk semua pelayan

Coalescing plate
Fungsinya yaitu untuk memisahkan embun cairan dari gas, Memisahkanminya dari gas, tidak digunakan bila kemungkinan terdapatlilin ata kotoran

Weir
Berfungsi untuk menahan cairan di dalam separator sehingga Membantu Meningkatkan residen time dari cairan.

Vortex breaker 
Mencegah terjadinya pusaran minyak yang dapat Menyebabkan terlepasnya gas dari minyak pada saat meninggalkan separator.

Saya bukan master ataupun ahli. Hanya seorang mahasiswa yang ingin sharing pengetahuan mengenai Migas, Geothermal dan Pengetahuan Umum lainnya.

Share this

Subscribe Yuk !!!

Postingan Terkait

Previous
Next Post »

2 komentar

komentar

   Berkomentarlah dengan Baik dan Sopan.