Pengertian dan Metode Well Control

Published by Priant Taruh on Mei 03, 2017
Semburan liar (blow out) adalah pristiwa mengalirnya cairan formasi dari dalam sumur secara tidak terkendali. Kejadian ini diawali dengan masuknya fluida formasi ke dalam lubang bor, yang biasanya disebut well kick. Bila well kick tidak dapat diatasi secara baik, maka dapat terjadi semburan liar. Dalam keadaan normal lubang bor akan selalu penuh dengan lumpur yang memberikan tekanan hidrostatik kepada formasi.


Tekanan hidrostatik berfungsi untuk menahan tekanan formasi, agar fluida formasi (influx) tidak masuk ke dalam lubang bor. Setelah diketahui bahwa terjadi well kick, maka sumur segera ditutup, dimana setelah persiapan cukup tahap selanjutnya adalah mematikan sumur. Pada proses mematikan sumur dipakai prinsip bahwa tekanan pada dasar lubang bor harus konstan (Constant Bottom Hole Pressure Method). Dalam hal ini tekanan pada dasar lubang bor sama dengan tekanan formasi. Selanjutnya ada 4 cara utama mematikan sumur, yaitu : 
A. Metode Driller

Step Pertama :
  1. Bila terjadi kick, tutup sumur, catat : SIDPP, SICP, pertambahan volume di mud pit.
  2. Sirkulasikan lumpur lama dengan menjalankan pompa perlahan sambil menjaga CP kontan (sambil mengatur choke) sampai kill rate pompa tercapai. Tunggu beberapa saat sampai tekanan DP konstan = ICP (Initial Circulation Press) yaitu tekanan DP + KRP.
  3. Setelah itu sirkulasikan lumpur lama dilanjutkan dengan menjaga tekanan DP konstan (sambil mengatur choke), yaitu sebesar ICP = SIDPP + KRP @ SPR (Slow Pump Rate), sampai semua influx keluar ke permukaan.
  4. Setelah semua influx keluar turunkan kecepatan pompa sambil menjaga tekanan casing konstan dengan mengatur choke. Ketika kecepatan pompa turun sampai pompa hampir berhenti maka :
  5. - Matikan pompa dahulu
    - Setelah itu menutup choke
  6. Baca tekanan. Jika semua influks telah ke luar dari sumur, tekanan besarnya hampir sama. Yaitu SIDPP = SICP.
Step Kedua :
  1. Hitung berat kill mud weight.
  2. Sirkulasikan lumpur baru dengan menaikkan pompa perlahan sampai mencapai kill rate speed pompa sambil menjaga tekanan casing (CP) konstan. Pada saat ini harga tekanan di DP adalah ICP = SIDPP+KRP. CP terus dipertahankan konstan sampai lumpur baru mencapai bit sebanyak volume string atau bila lumpur sampai bit. Pada saat ini harga tekanan di DP adalah FCP = ICP x (KMW/OMW).
  3. Pemompaan lumpur baru dilanjutkan dengan menjaga tekanan DP konstan sampai lumpur baru sampai ke permukaan dengan menjaga FCP konstan. 
  4. Setelah semua lumpur baru sampai ke permukaan selanjutnya rate pompa diturunkan perlahan sambil mengatur choke sampai pompa berhenti. 
  5. Kemudian catat tekanan SIDPP dan SICP. Apabila SIDPP = SICP = 0 berarti kick telah ditanggulangi. Apabila SIDPP = SICP tidak sama dengan 0, lakukan operasi buka dan tutup choke sampai SIDPP = SICP = 0 berarti kick telah ditanggulangi.
B. Metode Wait & Weight

Prosedurnya adalah :
  1. Tutup sumur, catat SIDPP, SICP dan pertambahan volume di mud pit. 
  2. Buat lumpur di mud pit, bila lumpur baru telah siap, sirkulasikan untuk mendorong lumpur lama dan kick.
  3. Pada saat lumpur baru sampai ke bit, stop pompa, tutup choke dan catat terkanan DP, dimana Pdp = 0.
  4. Bila Pdp = 0 maka pompakan 10-20 bbl lumpur tersebut untuk meyakinkan bahwa lumpur baru telah sampai pada bit.
  5. Untuk mendesak lumpur lama yang ada di annulus dengan lumpur baru, jaga Pdp konstan, dimana ICP = FCP dengan mengatur choke.
  6. Setelah lumpur baru sampai di permukaan, stop pompa, tutup choke, bila Pdp = 0, maka kick telah ditanggulangi. 
C. Metode Concurrent

Prosedurnya yaitu :
  1. Tutup sumur, catat SIDPP, SICP, pertambahan volume lumpur di mud pit, hitung ICP, FCP dan pertambahan BJ lumpur bor.
  2. Sirkulasi dengan choke terbuka dan naikkan kecepatan pompa sampai mencapai laju sirkulasi yang diinginkan, atur choke agar tekanan sirkulasi mencapai ICP.
  3. Naikkan BJ lumpur secara bertahap sambil tetap melakukan sirkulasi.
  4. Bila lumpur baru sampai ke bit, maka tekanan pompa harus = FCP, dan lanjutkan sirkulasi dengan FCP konstan sampai fluida kick, lumpur lama, dan lumpur baru telah sampai di permukaan.
D. Metode Volumetric

Metode ini dipakai hanya ketika metode sirkulasi tidak dapat diterapkan, tetapi gas bermigrasi (tekanan choke naik di atas SICP ketika bit sampai di permukaan). Adapun prosedurnya yaitu : 
  1. Saat gas bermigrasi, matikan sumur dan biarkan tekanan choke naik dengan jumlah tertentu.
  2. Catatan :
    - Kenaikan tekanan sebesar 100 psi disarankan, tapi nilai aktual tergantung pada kekuatan estimasi dari formasi dan nilai yang lebih besar atau kecil dapat digunakan.
  3. Gunakan choke untuk menjaga tekanan choke baru konstan sampai sejumlah fluida dibuang dari anulus yang mengeluarkan tekanan hidrostatik sama dengan kenaikan tekanan di langkah 1. Catatan :
    - Buang fluida atau gas lewat degasser, kumpulkan fluida yang dibuang untuk diukur. Gunakan manual choke.
    - Volume fluida yang menyebabkan kenaikan tekanan dihitung.
  4. Matikan sumur lagi dan ulangi langkah 1 & 2 seperlunya sampai gas di permukaan atau di atas ujung workstring dan sirkulasi bisa dilakukan.

Saya bukan master ataupun ahli. Hanya seorang mahasiswa yang ingin sharing pengetahuan mengenai Migas, Geothermal dan Pengetahuan Umum lainnya.

Share this

Subscribe Yuk !!!

Postingan Terkait

Previous
Next Post »

   Berkomentarlah dengan Baik dan Sopan.