Log Listrik (SP Log dan Resistivity Log)

Published by Priant Taruh on Agustus 18, 2017
selow-aje.blogspot.co.id

Log Listrik

Log listrik merupakan suatu plot antara sifat-sifat listrik lapisan yang ditembus lubang bor dengan kedalaman. Sifat-sifat ini diukur dengan berbagai variasi konfigurasi elektrode yang diturunkan ke dalam lubang bor.

Untuk batuan yang pori-porinya terisi mineral-mineral air asin atau clay maka akan menghantarkan listrik dan mempunyai resistivity yang rendah dibandingkan dengan pori-pori yang terisi minyak, gas maupun air tawar. Berikut yang merupakan log listrik yaitu :

Spontaneous Potential Log (SP Log)

Log spontaneous potential (SP) merupakan alat logging yang berfungsi untuk mencari zona permeable  pada  suatu formasi dengan menggunakan prinsip beda potensial sebagai alat ukurnya. Kurva spontaneous potential adalah hasil rekaman perbedaan potensial antara elektroda yang bergerak di dalam lubang bor dengan elektroda statis yang terdapat di pernukaan.

Adapun sistem kerja dari log spontaneous potential yaitu dengan menurunkan elektroda ke dalam lubang sumur, kemudian perekaman potensial listrik diberbagai titik dengan referensi potensial elektroda yang berada di permukaan tanah.

Defleksi kurva spontaneous potential terdapat 2 jenis  garis,  yaitu  garis  lurus  yang  disebut  garis dasar serpih (shale base line) dan pada formasi permeable kurva spontaneous potential menyimpang dari garis dasar serpih dan mencapai garis konstan pada lapisan permeable yang cukup tebal, yaitu garis pasir.

Penyimpangan kurva spontaneous potential menghasilkan suatu defleksi yang terbagi menjadi 2 macam, yaitu defleksi positif dan defleksi negatif. Defleksi negatif adalah apabila kurva menyimpang ke kiri dari garis dasar serpih, penyimpangan defleksi ini terjadi karena salinitas air formasi lebih tinggi dari salinitas filtrat lumpur.

Sedangkan defleksi positif ialah penyimpangan ke kanan dari garis dasar serpih, penyimpangan defleksi positif disebabkan oleh tingkat salinitas air yang cenderung lebih rendah dibandingkan salinitas lumpur. Jika salinitas air formasi dan filtrat lumpur mempunyai harga yang sama maka tidak akan terjadi defleksi, serta tidak ada invasi / rembesan filtrat lumpur di formasi.

Resistivity Log

Resistivity log adalah metoda log untuk mengukur sifat batuan dan fluida pori (minyak, gas dan air) disepanjang lubang bor dengan mengukur  sifat  tahanan  kelistrikannya. Besaran resistivitas batuan dideskripsikan dengan Ohm-meter dan biasanya dibuat dalam skala logarithmic dengan nilai antara 0.2 sampai dengan 2000 Ohm-meter. Metoda resistivity logging ini dilakukan karena pada hakekatnya batuan, fluida dan hidrokarbon di  dalam bumi memiliki nilai resistivitas tertentu.

Adapun jenis-jenis log resistivity antara lain :

1. Log Deep Resistivity

Log deep resistivity yaitu log yang digunakan untuk mengukur resistivitas pada zona uninvaded / zona yang tidak terinvasi oleh filtrat lumur dan rentangnya sekitar > 3 ft, dimana log ini terbagi menjadi dua macam berdasarkan lumpur yang digunakan saat pemboran, yaitu :

  • Induction Log Deep (ILD) merupakan jenis log deep resistivity dengan menggunakan fresh water base mud.
  • Lateral Log Deep (LLD) merupakan jenis log deep resistivity dengan menggunakan salt water mud.

2. Log Medium Resistivity

Log medium resistivity yaitu log yang digunakan untuk mengukur resistivitas pada zona transisi rentangnya sekitar 1.5 – 3 ft. Log ini terdiri dari dua macam, yaitu :

  • Induction Medium Log (ILM) merupakan jenis log medium resistivity dengan menggunakan water base mud.
  • Lateral  Medium  Log  (LLM)  merupakan  jenis  log  medium resistivity dengan menggunakan salt water mud.

3. Log Shallow Resistivity (MSFL  dan SFLU)

Pada log shallow resistivity biasanya menggunakan log MSFL (Microspherical Focused Log), yang digunakan untuk mengukur resistivitas pada zona yang terinvasi mud filtrate dengan rentang sekitar 1 – 6 ft.

4. Log Induction

Log induction merupakan log yang berfungsi untuk mencari resistivitas dengan menggunakan konduktivitas batuan sebagai  alat  ukurnya.  Log  ini  hanya  dapat  berfungsi  pada lumpur air tawar (fresh water) dengan resistivitas formasi < 200 0hm – m, dan Rmf / Rw > 2.0.

Sistem kerja dari alat ini yaitu dengan mengukur konduktivitas batuan, dimana pada kumparan transmitter dialirkan arus bolak balik berfrekuensi tinggi dengan amplitudo konstan sehingga akan menimbulkan medan magnet pada batuan. Medan magnet tersebut akan menimbulkan suatu arus yang disebut arus Eddy atau arus Foucoult dan besar arus tersebut sebanding dengan konduktivitas suatu batuan.

5. Log Lateral

Log lateral merupakan alat log yang direkayasa untuk mengukur resistivitas batuan yang dibor dengan menggunakan salt water mud dan digunakan untuk mendeteksi zona-zona yang mengandung hidrokarbon. Selain menggunakan salt water mud, log Lateral akan bekerja dengan baik pada resistivitas formasi yang > 200 ohm-m dengan Rmf/Rw < 2.0, dimana besarnya lubang bor > 12 inchi, dengan ketebalan lapisan kurang dari 10 ft serta deep invasion ( > 40 inchi ).

Sistem kerja pada alat ini yaitu terdapatnya sonde pada alat resistivity yang memiliki elektroda penyangga (bucking electrode) yang berfungsi untuk memfokuskan arus survey dan memaksanya mengalir dalam arah yang tegak lurus terhadap sonde. Arus yang terfokuskan ini memungkinkan pengukuran dilakukan  pada  batuan  dengan  arah  yang lebih jelas.

Log lateral merupakan perbaikan terhadap pengukuran yang memakai arus yang tidak terfokus, yaitu alat ES (Electrical Survey) yang terdahulu, dimana arus survey lebih suka mengalir dalam lumpur karena resistivitas lumpur yang lebih rendah dari resistivitas batuan.

Saya bukan master ataupun ahli. Hanya seorang mahasiswa yang ingin sharing pengetahuan mengenai Migas, Geothermal dan Pengetahuan Umum lainnya.

Share this

Subscribe Yuk !!!

Postingan Terkait

Previous
Next Post »

   Berkomentarlah dengan Baik dan Sopan.