Log Radioaktif (Gamma Ray, Neutron dan Density)

Published by Priant Taruh on Agustus 18, 2017

Log Radioaktif

Log radioaktif dapat digunakan pada sumur yang dicasing (cased hole) maupun yang tidak dicasing (open hole). Keuntungan dari log radioaktif ini dibandingkan dengan log listrik adalah tidak banyak dipengaruhi oleh keadaan lubang bor dan jenis lumpur. Dari tujuan pengukuran, Log Radioaktif dapat dibedakan menjadi :

Gamma Ray Log

Log gamma ray merupakan alat logging yang bertujuan untuk mencari zona permeable dengan menggunakan sumber radioaktif. Gamma ray adalah prinsip dasar dari perekaman radioaktivitas atau tingkat radiasi alami dari suatu lapisan bumi. Radioaktivitas gamma ray berasal dari 3 unsur radioaktif yang ada dalam batuan yaitu Uranium, Thorium dan Potassium yang secara kontinyu memancarkan sinar gamma dalam bentuk pulsa-pulsa energi radiasi tinggi.

Harga defleksi log gamma ray terekam dalam satuan API unit. Pengukuran dengan menggunakan log gamma ray dilakukan dengan cara memasukkan alat detektor ke  dalam  lubang bor. Sehingga formasi yang mengandung unsur radioaktif akan memancarkan radiasi  radioaktif  dimana  intensitasnya  akan  diterima  oleh detektor dan dicatat dipermukaan.

Unsur radioaktif  banyak  terkandung  didalam  lapisan shale / clay hal tersebut disebabkan tingkat radiasi pada lapisan serpih lebih tinggi dibandingkan batuan lain karena unsur-unsur radioaktif cenderung mengendap di lapisan serpih yang tidak permeable, hal ini terjadi selama proses perubahan geologi batuan.

Oleh karena itu,  log  gamma  ray  sangat berguna untuk mengetahui volume shale yang terkandung dalam lapisan permeable. Pembacaan kurva gamma ray dilakukan dengan cara menarik garis gamma ray yang mempunyai harga maksimum dan minimum pada suatu penampang log, maka kurva log gamma ray yang jatuh diantara kedua garis tersebut merupakan indikasi adanya lapisan shale. Dari mata pengamat, defleksi kurva log gamma ray ke arah kiri menunjukkan adanya indikasi zona permeable sedangkan defleksi kurva ke arah kanan menunjukkan zona non permeable.

Neutron Log

Log neutron merupakan log yang digunakan untuk mengetahui banyaknya kandungan  atom  hidrogen  yang  terdapat  pada suatu batuan yang bertujuan untuk menentukan primary porosity batuan,  yaitu ruang pori-pori  batuan  yang  terisi air, minyak  bumi, atau gas. Prinsip kerja alat ini hampir sama dengan aktivitas nuklir, pada pemancaran partikel -partikel neutron secara cepat dari suatu sumber radioaktif yang akan menumbuk kandungan hidrogen dalam batuan.

Kemudian partikel-partikel neutron yang kembali ditangkap dan dihitung oleh detektor dalam alat pengukur. Kecepatan detektor dalam menghitung partikel-partikel neutron dipengaruhi oleh adanya konsentrasi hidrogen. Dua buah detektor thermal dipasang 1 – 2 ft di atas sumber radioaktif. Ratio antara jumlah-jumlah pulsa merupakan fungsi porositas. Ratio ini mempunyai pengaruh lubang sumur yang berkurang dan kedalaman penetrasi yang lebih jauh dibanding dengan sistem satu detektor.


Density Log

Log density merupakan log yang menunjukkan porositas suatu batuan. Pada log density terdapat kurva yang menunjukkan harga densitas batuan yang ditembus lubang bor. Harga densitas ini digunakan untuk menentukan nilai porositas batuan tersebut. Log density bersama-sama dengan log neutron digunakan untuk mendeteksi adanya hidrokarbon, menentukan litologi batuan, mengidentifikasi adanya heavy minerals dan untuk mengevaluasi clay.

Sistem kerja dari log density ialah dengan menggunakan sumber radioaktif yang memancarkan sinar gamma dengan intensitas energi tertentu yang mampu menembus batuan/formasi, dimana sinar gamma akan berinteraksi dengan elektron-elektron batuan (Compton Scattering) hingga membentuk awan gamma ray disekitar source, jika semakin banyak elektron batuan maka akan semakin sedikit gamma ray yang sampai ke detektor.

Saya bukan master ataupun ahli. Hanya seorang mahasiswa yang ingin sharing pengetahuan mengenai Migas, Geothermal dan Pengetahuan Umum lainnya.

Share this

Subscribe Yuk !!!

Postingan Terkait

Previous
Next Post »

   Berkomentarlah dengan Baik dan Sopan.