Mengenal Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)

Published by Priant Taruh on Oktober 01, 2017
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) merupakan pembangkit yang memanfaatkan energi kinetik dari uap.

Proses kerja dari pembangkit listrik ini yaitu dengan cara memanfaatkan uap sebagai tenaga penggerak dari turbin. Penyebab listrik dapat dihasilkan yaitu karena generator dihubungkan dengan turbin, jadi ketika uap menggerakan turbin maka otomatis akan terjadi gaya yang sama pada generator yang berasal dari perputaran turbin tersebut. Uap yang menggerakan turbin tersebut adalah uap kering yang telah melewati alat pengering uap.

Uap yang digunakan tersebut yaitu uap dari air yang dimasak menggunakan boiler, bahan bakar yang digunakan pada umumnya adalah batu bara dan juga ada minyak bakar serta MFO (marine fuel oil) untuk proses awal.

Komponen PLTU

Pada PLTU memiliki beberapa komponen yang masing-masingnya memiliki fungsi yang berbeda-beda, komponen tersebut dapat dilihat pada gambar berikut ini.


1. Cooling tower
2. Cooling water pump
3. Transmission line 3 phase
4. Transformer 3 phase
5. Generator listrik 3 phase
6. Low pressure turbine
7. Boiler feed pump
8. Condenser
9. Intermediate pressure turbine
10. Steam governor valve
11. High pressure turbine
12. Deaerator
13. Feed heater
14. Conveyor batubara
15. Penampungan batubara
16. Pemecah batu bara
17. Tabung boiler
18. Penampung abu batubara
19. Pemanas
20. Forced draught fan
21. Preheater
22. Combustion air intake
23. Economizer
24. Air preheater
25. Precipitator
26. Induced air fan
27. Cerobong

Kelebihan PLTU
Setiap energi tentu saja memiliki keunggulannya masing-masing, berikut ini beberapa keunggulan PLTU:
  • Dapat dioperasikan menggunakan berbagai jenis bahan bakar
  • Dapat dibangun dengan kapasitas yang bervariasi
  • Dapat beroperasi dengan berbagai mode pembebanan
  • Usia pakai relaif lama
  • Kontinyuitas operasinya tinggi

Kekurangan PLTU
Tentu saja dibalik kelebih pasti ada juga kekurangan, berikut ini kekurangan yang ada pada PLTU:
  • Sangat tergantung dengan bahan bakar
  • Tidak dapat di operasikan (start) tanpa pasokan listrik dari luar
  • Membutuhkan air pendingin yang banyak
  • Investasi yang dibilang cukup mahal
  • Menghasilkan polusi udara seperti gas sisal hasil pembakaran bahan bakar (CO2, NOx, SOx dan debu batubara)

Saya bukan master ataupun ahli. Hanya seorang mahasiswa yang ingin sharing pengetahuan mengenai Migas, Geothermal dan Pengetahuan Umum lainnya.

Share this

Subscribe Yuk !!!

Postingan Terkait

Previous
Next Post »

   Berkomentarlah dengan Baik dan Sopan.