Kamus Minyak dan Gas "MIGAS"

Published by Priant Taruh on November 02, 2017

A
AFR : Tahapan analisa setelah sample fluida formasi diperoleh.

Air Bebas : Air yang terbebas dari minyak

Air Emulsi : Air yang tercampur dalam minyak, dan diperlukan cara khusus untuk memisahkannya.

Air Formasi : Merupakan air yang berasal dari formasi, air ini biasanya ikut terpoduksi bersama dengan oil/gas yang kita produksi.

Alkanes : Struktur kimia HC alifatik yang memiliki rumus kimia CnH2n+2. Atom karbon alkana terikat dengan atom lain melalui ikatan tunggal. Karenanya disebut HC jenuh.

Alkenes : Struktur kimia HC alifatik yang memiliki rumus kimia CnH2n. Atom karbon alkena memiliki ikatan rangkap. Karenanya disebut HC tak jenuh atau olefin. Terdapat pula struktur 2 rangkap (alkadiena), 3 rangkap (alktriena), dan 4 rangkap (alkatetraena).

Alkynes : Struktur kimia HC alifatik yang memiliki rumus kimia CnH2n-2. Atom karbon alkuna terikat dengan atom lain melalui ikatan rangkap 3. Perbedaan struktur ini dengan rangkap 3 alkena adalah gugus fungsional yang berbeda, sehingga memiliki karakteristik yang unik satu sama lain.

°API (American Petroleum Institute): ialah derajat yang menunjukkan kualitas atau jenis dari crude oil sesuai standar Amerika.

°API  Untuk Klasifikasi Minyak Mentah :
- Minyak berat, berkisar antara 10-20oAPI
- Minyak sedang, berkisar antara 20-30oAPI
- Minyak ringan, berkisar diatas 30 oAPI

Areal efficiency : Luas area reservoir yang tersapu dibagi dengan total luas area reservoir.

Aromatik : Salah satu kelas hidrokarbon selain alifatik. Umumnya memiliki struktur yang terbentuk dengan benzena sebagai basic building block.

Asphaltenes : Materi aromatik dan naphtalena yang tidak dapat larut oleh pelarut minyak.

Associated Gas : Gas bumi yang diproduksikan bersama-sama dengan minyak.

Barrerl Oil Per Day
Jumlah barel minyak per hari yang diproduksi oleh sumur, lapangan atau perusahaan minyak.

Basin (Cekungan)
Daerah cekungan yang luas terdiri atas batuan sediment dan yang karena konfigurasinya dapat merupakan tempat tampungan minyak.

Bbl; Barrels. mmbblsv million barrels. Satuan ukur volume cairan yang biasa dipakai dalam perminyakan. 1 barel ~ 159 liter.

Bentonite (bentonit)
Lempung yang komponen utamanya mineral montmorilonit yang jika kena air akan mengembang; digunakan terutama untuk Lumpur pengeboran.

Benzene : Salah satu jenis senyawa aromatik. Molekulnya memiliki 6 atom karbon berbentuk segi enam simetris. Tiap atom karbonnya memiliki ikatan dengan hidrogen dan mempunyai titik didih 80 C.

BHA : bottom hole assembling, susunan rangkaian alat pengeboran seperti bit, drill collars, MWD, drill pipe.

Bit (Pahat)
Ujung rangkaian bor yang memotong batuan untuk membuat lubang.

Bitumen (Bitumen)
Bagian bahan organic dalam batuan sediment yang dapat larut dalam pelarut organic.

Black Oil : Merupakan reservoir minyak dengan factor penyusutan yang kecil sekali. Terdiri dari variasi rantai hidrokarbon termasuk molekul-molekul yang besar, berat dan tidak mudah menguap (nonvolatile).

Blow Out Preventer (BOP) Pencegah semburan Liar
Peralatan yang dipasang di kepala sumur untuk tujuan pengendalian tekanan di anulus antara pipa selubung dan pipa bor, atau di lubang terbuka sewaktu operasi pengeboran atau penyelesaian sumur supaya tidak terjadi semburan liar.

Blow-out (Semburan Liar)
Semburan gas, minyak, atau fluida lain secara tak terkendali dari dalam sumur ke udara.

BOP : blow out preventer, adalah alat untuk mencegah terjadinya blow out.

BOP Job : proses pemasangan serta menguji ketahanan BOP.

Bore Hole (Lubang Bor)
Lubang yang dibuat dengan melakukan pengeboran.

Bottom plug : plug paling bawah diatas shoe pada proses penyemenan.

Bottomhole sampling, metode pengambilan sample minyak dengan cara menutup sumur lalu sample diambil dari bawah.

Bounded reservoir : reservoir yg memilki batas jari2 pengurasan.

Breaktrhrough : Kondisi saat fluida pendesak mencapai sumur produksi dan ikut diproduksikan bersama fluida yang didesak.

British Termal Unit (BTU)
Satuan panas yang besarnya 1/180 dari panas yang diperlukan untuk menaikkan suhu satu pound (0.4536 kg) air dari 32 F (0 C) menjadi 212 F (100 C) pada ketinggian permukaan laut. Biasanya dianggap sama dengan jumlah panas yang diperlukan untuk menaikkan suhu satu pound air dari 63 F (17,2 C) menjadi 64 F (17,8 C)

Bubble Point Curve : Kurva yang menunjukan dimana gelembung gas pertama kali terbentuk saat cairan mengalami penurunan pressue.

Bottom-hole sampling : Metode pengambilan sample liquid yang berasal dari bottom-hole. Dilakukan saat sumur sedang ditutup.

Buckley-Laveret : Persamaan yang digunakan untuk menentukan nilai saturasi pada jarak tertentu dari titik injeksi pada proses pendesakan 1 dimensi.

C
Capilarry force : Gaya yang terjadi pada pipa kapiler, yang menyebabkan terangkatnya fluida dalam pipa tersebut, akibat dari gaya adhesi yang bekerja antara fluida dan dinding kapiler.

Capillary number : Bilangan kapiler yang menunjukan besarnya nilai tegangan antar muka. _ada umunya, injeksi air memiliki bilangan kapiler +/- 10-6. Jika bilangan ini dinaikkan menjadi 10-4 sampai 10-2 dengan menurunkan tegangan antarmuka 100 atau 10000 kali lipat besarnya, perolehan minyak akan meningkat.

CCE (composition) : Pengujian ekspansi fluida pada kondisi isotermal pada kondisi P1Vi ke kondisi P2V2 di mana kondisi komposisi keseluruhan dari fluida dipertahankan konstan. Fluida konstan, Pstart>Pb. Diperoleh plot P vs Vol, untuk mendapat nilai Pb.

Cementing job : proses penyemenan.

Channeling : Breakthrough yang terjadi lebih dini daripada peramalan dengan metoda welge karena kondisi Buckley-Leverett tidak stabil (Ms>1).

Cloud point : Temperatur saat mulai terbentuknya fasa padat (lilin) juka minyak didinginkan.

CO2 Slug : Larutan CO2 yang digunakan sebagai sumber injeksi CO2. Biasanya slug memiliki densitas yang lebih besar dibandingkan fluida sekitarnya.

Condensat : Cairan yang terkumpul pada separator. Berasal dari gas yang terkondensasi.

Const press at outer boundary : Keadaan dmn system akan mencapai keadaan steady state murni.
Cox charts : Plot tekanan vs temperatur yang telah dimodifikasi untuk mengoreksi persamaan clausius-clapeyron (persamaan yang menyatakan hubungan antara tekanan uap vs temperature dari suatu zat). Chart ini digunakan untuk selang temperatur yang lebar, supaya plot antara log Pv dan T dapat berupa garis lurus.

Cricondenbar : Tekanan tertinggi dimana gas tidak dapat terbentuk tanpa memperhatikan temperatur.

Cricondenterm : Temperatur tertinggi dimana cairan tidak dapat terbentuk tanpa memperhatikan tekanan.

CVD (volume) : Pengujian pada kondisi isotermal di mana sebagian dari gas yang terbentuk akibat penurunan tekanan dikerluarkan dari sel sedangkan volume sel dipertahankan konstan. Umumnya dilakukan pada volatile oil. Hasil dari test ini adalah jumlah dan sifat-sifat gas yang keluar dari sel dan saturasi minyak yang tertinggal dalam sel. Digunakan juga sebagai kalibrasi silmulator komposisional.

Cyclic injection : Salah satu metode perolehan thermal dengan cara menginjeksikan uap ke dalam sumur. Terdapat 3 tahapan – (1) Injeksi uap ke dalam reservoir, (2) Periode soak, menutup sumur dengan tujuan menyeragamkan panas untuk mencairkan minyak, (3) Minyak diproduksikan. Ketiga tahapan ini dapat terus berulang selama produksi minyak masih menghasilkan profit.

Dead Oil (Minyak Mati)
Minyak bumi yang pada dasarnya tidak mengandung gas lagi.

Damage vs stimulated well, damage adalah kerusakan formasi yang menyebabkan fluida mendapatkan restriksi ketika akan mengalir ke wellbore. Solusi dari damage adalah stimulasi sumur yaitu dengan membuat pathway baru yang melewati zona damage sehingga fluida tidak mengalami restriksi lagi.

Dead Oil : Minyak pada kondisi tekanan dan temperatur permukaan. Sudah terdapat gas bebas yang terlepas dari minyak.

Dead Weight Ton (DWT) (Ton Bobot Mati) : Berat air dalam ukuran ton yang dipindahkan oleh bagian badan kapal yang tercelup di dalam air dalam keadaan muatan penuh dikurangi berat kapal.

Dead well (Sumur Mati) : Sumur yang tidak berproduksi.

Degasser : suatu alat untuk membuang contaminant gas yang ada dalam mud.

Densitas : Densitas minyak atau berat jenis didefinisikan sebagai perbandingan berat minyak (lb) terhadap volume minyak (cuft).

Depletion (Economic) : Deplesi (ekonomi) penurunan nilai ekonomi reservoir minyak/ gas bumi akibat pengambilan volume.

Desander : suatu alat penyaring untuk memisahkan pasir dengan mud.

Desilter : suatu alat penyaring untuk memisahkan cutting berukuran kecil dengan mud.

Dissolve gas : Gas yang terlarut dalam minyak.

Development Well (Sumur Pengembangan) : Sumur yang dibor didaerah yang telah terbukti mengandung minyak atau gas dengan tujuan mendapatkan produksi yang diinginkan.

Deviation (Deviasi) : Penyimpangan arah lubang bor dari garis vertical, yang dinyatakan dalam derajat dan diukur pada beberapa kedalaman.

Dew Point Curve : Kurva yang menunjukan pada saat embun pertama kali terbentuk pada fasa gas.

Dietz shape factor : Factor yg digunakan utk mempelajari berbagai regime aliran dgn memperhtungkan bentuk dr suatu reservoir.

Differential liberation : Suatu eksperimen pada kondisi isotermal dari satu kondisi ke kondisi lain di mana fasa gas yang terbentuk akibat proses ekspansi dikeluarkan dari sel pada tekanan konstan. Fluida berubah, Pstart
Dimensionless variabel : Variabel-variabel tdk berdimensi (PD, tD, rD, QD) untuk menyederhanakan / mempermudah solusi dari sebuah model reservoir.

Directional Drilling (Pengeboran Terarah): Pengeboran miring yang direncanakan menuju satu titik sasaran.

Displacement efficiency : kemampuan fluida pendesak dalam mendesak minyak yang terdapat di reservoir, dihitung dengan cara membagi volume minyak terdesak dengan volume minyak awal pada areal yang tersapu.

Discovery Well (Sumur Penemuan): Sumur eksplorasi yang terbukti mampu menghasilkan hidrokarbon secara komersial.

Dissolve gas: kandungan gas yg terlarut dalm HC fasa cair.

Dogleg (Lubang Cengkok): Belokan pada pipa, selokan atau sumur yang disebabkan oleh perubahan arah yang tajam.

Drainage : Proses pendesakan fluida wetting phase oleh fluida non wetting phase (Wetting Phase naik dan Non Wetting Phase menurun).

Drainage Radius (jari-jari pengurasan): Daerah sekeliling sumur yang dapat dikuras oleh sumur atau radius pengurasan yaitu sejauh mana (jarak dari lubang bor) minyak yg dapat dikuras / diambil dr reservoir.

Drilling Muds or Fluid (Lumpur pengeboran): Campuran yang terdiri atas air dan bahan berupa serbuk seperti lempung khusus, serpih dan barit yang diperlukan untuk mengankut serbuk bor dari dasar lubang, membantu mendinginkan dan melumasi mata bor.

Drilling Platform (anjungan pengeboran): Peralatan tetap penyangga peralatan pengeboran lepas pantai yang memungkinkan pengeboran beberapa sumur.

Drilling rig (Perangkat pengeboran): Unit pengeboran yang terdiri atas derek dan perlatan permukaan.

Dry Gas (Gas kering): Gas yang tak mengandung fraksi yang mudah mengembun pada kondisi standar. Gas kering yang mengandung metana sebagai komponen utama. Serta kandungan lain yaitu HC intermediate.

Dry Hole (Lubang Kering): Sumur eksplorasi atau pengembangan yang ternyata tidk dapat memproduksi minyak atau gas dalam jumlah yang cukup ekonomis.

Dual Completion (penyelesaian ganda) : Sumur yang memproduksi dari dua formasi secara serempak. Produksi masing-masing lapisan dipisahkan dengan cara memasang dua rangkaian pipa sembur dengan penyekat atau memasang satu rangkaian pipa sembur dengan sebuah penyekat dan memproduksi lapisan satunya melalui annulus.

Dump : membuang mud yang ada di tangki keluar tangki.

Dynamic lost : lost mud yang terjadi pada saat dipompakan mud kedalam lubang.

E
Ei function Ei solution : Fungsi exponential integral yg digunakan sebagai solusi terhadap reservoir infinite acting, tetapi pd kondisi r = rw argument fungsi Ei sgt kecil shg digunakan pendekatan logaritmik.

EOS : Suatu istilah yang menyatakan persamaan untuk mendeskripsikan hubungan antara volume gas terhadap tekanan dan temperaturnya.

Equivalent volume : Volume gas di separatpr 2 dan stock tank, dalam scf/STB, plus volume gas dalam scf seandainya 1 bbl oil di ST berada dalam fasa gas.

Expansion factor : Faktor yang menunjukkan pemuaian gas dibandingkan dengan gas ideal.

FFault (Sesar / Patahan)
Lapisan batuan yang terputus dan bergeser dari posisi semula (Keatas, kebawah atau kesamping).

Faktor Volume Formasi (B)
: Didefinisikan sebagai perbandingan volume fluida di reservoir dengan volume fluida di surface.

FaktorVolume Formasi Minyak (Bg) : Faktor volume formasi minyak (Bo) didefinisikan sebagai volume dalam bbl reservoir yang ditempati oleh satu STB minyak di permukaan bersama-sama dengan gas yang terlarut di dalamnya.

Faktor Volume Formasi Gas (Bg) : Seiring berkurangnya pressure, gas akan mengalami ekspansi. Sehingga volumenya makin bertambah ketika terjadi penurunan pressure.

Flash point : Temperatur terendah dimana cairan dapat berubah menjadi gas.

Flash vaporization : Proses penguapan dengan cara menurunkan tekanan sitem sedikit demi sedikit pada tiap tahap penurunan tekanan gas yang keluar dipisahkan dari sistem. Hasil dari test ini dapat menentukan komposisi dan jumlah mol tiap komponen yang telah keluar dan tersisa dalam sel dapat ditentukan dari material balance.

Fluida Reservoir : Fluida yang terkandung dalam reservoir, yang dapat berupa minyak, gas, dan air.

Free gas : Gas bebas yang terdapat dalam reservoir. Dapat bergerak setelah terjadi penurunan tekanan yang memperbesar volume gas tersebut.

Feedstock (Bahan baku) : Bahan utama yang dimasukkan kedalam pabrik untuk diolah lebih lanjut.

First contact miscibility : Ketercampuran yang terjadi secara langsung karena tidak melewati kontak dua fasa.

Fix Roof (tangki): Penyimpanan produk jadi

Float Roof (tangki) : Penyimpanan crude oil

Flare (Suar Bakar) : Alat pembuangan minyak dan atau gas secara aman dengan jalan pembakaran karena tidak bisa disimpan.

Flowing Well ( Sumur sembur Alam) : Sumur yang menghasilkan minyak dan/ atau gas bumi tanpa bantuan tenaga luar.

Fluid flow through porous media : aliran fluida melalui media berpori yg mengikuti pola-pola tertentu, lazimnya pola aliran radial paling sering digunakan.

Fluid injection (Injeksi Fluida) : Injeksi gas atau cairan kedalam reservoir untuk mendorong minyak kedlam sumur produksi.

Fluida Newtonian: Fluida yang viscositasnya tidak berubah ketika diberi gaya (cairan yang mempunyai perbandingan yang linier antara shear rate dengan shear stress) Sebagai contoh, air.

Fluida Non Newtonian: Fluida yang viscositasnya berubah ketika diberi gaya. Sebagai contoh, cat & minyak.

Formation damage (kerusakan formasi) : Kerusakan pada lapisan produktif yang mengakibatkan berkurangnya pengaliran hidrokarbon ke dalam sumur; dapat terjadi jika dinding lubang sumur tertutup oleh filtrate Lumpur pengeboran, serbuk bor, atau oleh komponen padat dari minyak bumi yang sangat pekat.

Forward combustion : Proses perolehan minyak dengan cara : pembakaran reservoir di sekitar sumur injeksi. Kemudian front pembakaran bergerak bersama-sama minyak ke arah sumur produksi.
Fractional flow : Kondisi aliran terdifusi di mana saturasi tersebar merata di seluruh ketebalan. Bergantung dari perbandingan antara viskositas air dan viskositas minyak.

Fracturing (Perekahan) : Penerapan tekanan hidraulik pada formasi untuk mencipatakan retakan-retakan sehingga minyak dan gas dapat mengalir kedalam sumur.

Fuel Oil (Minyak Bakar) : Sulingan berat, residu atau campuran keduanya yang dipergunakan sebagai bahan bakar untuk menghasilkan panas atau tenaga.

Furnace Oil (Minyak Tungku) : Minyak sulingan yang terutama digunakan untuk peralatan pemanasan ruangan.

Futures (perdagangan berjangka) : Transaksi jual dan/ atau beli komoditas dengan satu harga, jumlah kuantitas, dan kualitas yang diinginkan untuk pengiriman pada waktu yang telah ditentukan.

G
Gas Cap Drive (Dorongan Tudung Gas) : Tekanan tudung gas yang mendorong minyak masuk ke dalam sumur melalui pori-pori batuan.

Gas Cap (Tudung Gas) : Gas bebas yang berada diatas minyak dalam reservoir.

Gas Injection (Injeksi Gas) : Gas alam yang dimasukkan ke dalam reservoir melalui sumur injeksi agar tekanan reservoir tersebut dapat dipertahankan.

Gas Lift (Sembur Buatan) : Pengangkatan minyak dengan jalan menginjeksikan gas bertekanan tinggi ke dalam anulus sumur produksi dan mencampurkannya kedalam fluida sumur agar laju arus meningkat.

Gas Oil Contact (Goc) : Batas Gas Minyak Bidang batas antara lapisan minyak dengan lapisan gas dalam reservoir.

Gas/Oil FVF : Rasio antara volume yang ditempatkan suatu gas/oil pada kondisi reservoir dengan volume yang ditempati oleh gas/oil tersebut pada kondisi standar. (Vr/Vsc).

Gas Oil Ratio (GOR) : Nisbah Gas Minyak Perbandingan antara jumlah gas dan minyak yang diukur dalam satuan takar (m3/m3, ft3/ bbl).

Gasoline (Bensin) : Hasil pengilangan minyak yang mempunyai trayek didih 30 - 220 C yang cocok untuk digunakan sebagai bahan baker motor berbusi (bensin).

Gas Well (Sumur Gas) : Sumur yang produk utamanya adalah gas bumi.

Gel (Agar): Zat seperti agar-agar yang dibentuk oleh disperse koloidal dalam keadaan diam.

Gel Strength (Daya Agar) : Ukuran kemampuan disperse koloidal untuk mempertahankan bentuk agar; ukuran tersebut pada Lumpur pengeboran menentukan kemampuan menahan zat padat dalam keadaan suspensi.

Geophysics (Geofisika) : Ilmu yang mempelajari cirri fisis bumi dengan metoda fisika kuantitatif, khususnya metode seismic refleksi, refraksi, gaya berat, magnet, listrik, dan radiasi.

GOR (Gas Oil Ratio): Rasio antara volume gas dan volume minyak.

Gravity segregation : Pemisahan 2 buah fasa fluida yang berbeda akibat perbedaan densitas.

Gross Production (Produksi Kotor) : Produksi cairan sebagaimana yang keluar dari sumur.

Gun Perforating ( Pelubangan Tembak) : Cara pelubangan selubug sumur (tubing) dengan menggunakan senapan pelubang.

Hdraulic Fluid (Fluida Hidraulik)
Cairan yang dapat digunakan dalam system hidraulik, biasanya mempunyai viskositas rendah, indeks viskositas tinggi, dan titik tuang rendah.

HC : Suatu senyawa kimia yang mengandung kombinasi ikatan atom-atom hydrogen dan karbon.

Heat Exchanger (Alat Pertukaran Panas) : Alat pengalih panas satu fluida ke fluida lain, atau peralatan yang berupa susunan pipa yang memindahkan panas dari fluida panas ke fluida yang lebih dingin dengan menghantarkannya lewat dinding pipa.

Heat loss : Panas yang hilang akibat kesetimbangan yang dihasilkan dari lingkungan sekitarnya, seperti friksi mekanik, influens dari energi yang lebih kecil, atau penurunan tekanan.

Heating value (Nilai Panas) : Banyaknya panas yang terjadi pada pembakaran sempurna dari sejumlah satu satuan berat atau satuan volume bahan bakar.

Heating value : Kuantitas panas yang dihasilkan dari reaksi gas yang terbakar sampai hanya menyisakan air dan karbondioksida.

Heavy Crude Oil : Produk penyulingan minyak bumi mulai dari fraksi pelumas yang paling ringan sampai fraksi yang paling berat; atau minyak bumi yang mempunyai berat jenis lebih kecil atau sama dengan 20 API.Lihat juga Light Crude Oil.

Heavy Ends (Fraksi Berat) : Bagian minyak bumi yang bertitik didih tinggi hasil proses destilasi.

Heavy Fuel (Minyak bakar Berat) (lihat residual fuel oil) : Hidrogen Sulfude (Hidrogen Sulfit) Senyawa hydrogen dan belerang, merupakan gas yang tak berwarna, mudah terbakar, berbau tidak enak, dan beracun. H2S

Heptane+ : Kandungan fraksi HC yang atom karbonnya lebih besar dari 6, yang kemudian dikelompokan menjadi senyawa C7+.

High pH mud (Lumpur alkalis)
Fluida pengeboran dengan pH lebih dari 10.5

Hivis : mud dengan viscosity sangat tinggi.

Huff & Puff : Proses injeksi uap panas dan produksi dari sumur yang sama dengan tujuan mengurangi viskositas fluida reservoir.

I
Ideal gas : Suatu model gas yang memiliki sifat : volume partikel << dibanding volume wadah gas, tidak memiliki gaya tarik/tolak satu sama lain, tumbukan antarpartikel terhadap dinding waah bersifat elastis murni, pergerakan partikel gas hanya dapat berubah arah jika partikel membentur sesuatu.

Ideal liquid : Larutan yang memenuhi hukum.

Initial pressure : Tekanan awal pada saat reservoir ditemukan (belum diproduksikan).

Imbibisi : Proses pendesakan fluida non-wetting phase oleh fluida wetting phase (wetting phase meningkat dan Non wetting menurun).

Infinite Acting Reservoir : kondisi dmn kelakuan reservoir seolah-olah menguras daerah yg tidak memiliki batas.
Injection pattern : Pola sumur injeksi dan produksi pada suatu lapangan. Umumnya pola yang digunakan adalah direct line drive , staggered line drive, four spot, five spot, seven spot, 9 spot, peripheral, peripheral & crestal.

Injectivity : Suatu prosedur yang dilakukan untuk menetapkan laju alir dan tekanan untuk melakukan proses injeksi tanpa merekahkan formasi.

Interstitial water saturation : Saturasi air yang tersisa di batuan, ketika minyak sudah mengisi pori.

Isomer : Perbedaan struktur rantai pada suatu senyawa yang dapat menimbulkan perbedaan karakteristik, walaupun senyawa tersebut memiliki ikatan karbon dan hidrogen yang sama.

Jacket
Struktur pendukung untuk platform lepas pantai.

Jet bit (Pahat Jet) : Pahat bor yang mempunyai lubang khusus yang memungkinkan lumpur pengeboran dapat disemprotkan dengan kecepatan tinggi kearah formasi yang sedang dibor.

Jet Perforating (Pelubangan jet) : Pembuatan lubang yang menembus selubung sumur dengan menggunakan bahan peledak unutk mendapatkan pelubangan ynag dalam dan terarah agar fluida mengalir ke dalam sumur melalui lubang tersebut.

Joint (Batang) : Satuan yang dipakai untuk menghitung banyaknya pipa dalam suatu rangkaian, rata-rata berukurn 6 - 9 meter.

Joule-Thomson effect : Efek penurunan temperature seiring dengan turunnya tekanan saat gas melewati throttle. Hukum ini valid pada kondisi adiabatic dan saat perubahan tekanan tidak terlalu besar.

Kerosene (Minyak tanah/ kerosin)
Jenis minyak yang lebih berat dari fraksi bensin dan mempunyai berat jenis antara 0.79 dan 0.83 pada suhu 15C, dipakai untuk lampu dan kompor.

Kelarutan Gas (Rs) : Didefinisikan sebagai banyaknya SCF gas yang terlarut dalam 1 STB pada kondisi standar 14,7 psia dan 60OF, ketika minyak dan gas masih berada dalam tekanan dan temperatur reservoir.

Kick (tendangan) : Kenaikan tekanan secara mendadak pada kolom Lumpur pengeboran yang disirkulasikan karena tekanan yang lebih tinggi dalam formasi yang sedang dibor, harus cepat-cepat dikuasai untuk mencegah semburan liar.

Killing a Well : Pemasukan Lumpur atau air asin kedalam sumur untuk mengatasi tekanan didalamnya agar aliran minyak dan gas bumi dari reservoir terhenti, dengan demikian perlengkapan sumur di Priant 2015 permukaan tanah seperti silang sembur dan flensa dapat dilepas dengan aman.

Kinematik Viscosity (Viskositas Kinematik) : Nilai hasil bagi viskositas mutlak dengan kerapatan (berat jenis) pada suhu saat pengukuran viskositas, dinyatakan dengan satuan metric (Strokes dan sentistrokes).

Kompresibilitas (C) : Kompresibilitas didefinisikan sebagai perubahan volume fluida karena adanya perubahan tekanan.

Kompresibilitas Gas (Cg) : Cg akan bertambah ketika terjadi penurunan pressure karna volume gas akan terus bertambah akibat ekspansi saat terjadi penurunan pressure, sehingga perubahan volumenya semakin besar.

Kompresibilitas Minyak : Co akan bertambah ketika terjadi penurunan pressure karna volume oil akan terus berkurang saat terjadi penurunan pressure, sehingga perubahan volumenya semakin besar. Pada saat kondisi di Pb, terjadi kenaikan Co secara drastis. Hal ini dikarenakan faktor alam.

Korelasi Myhill-Stegemeir : Salah satu korelasi model analitik yang berdasarkan konsep pendesakan frontal satu dimensi. Metode tersebut cukup baik dalam memprediksi rasio minyak-uap, namun akumulasi peramalan laju produksi biasanya memperoleh hasil yang terlalu optimis pada waktu-waktu awal.

Korosi : suatu proses elektrokimia dimana atom-atom akan bereaksi dengan zat asam dan membentuk ion-ion positif (kation). Hal ini akan menyebabkan timbulnya aliran-aliran elektron dari suatu tempat ke tempat yang lain pada permukaan metal.

Korosi Eksternal : yaitu korosi yang terjadi pada bagian permukaan dari sistem perpipaan dan peralatan, baik yang kontak dengan udara bebas dan permukaan tanah, akibat adanya kandungan zat asam pada udara dari tanah. 


Korosi Internal : Korosi yang terjadi akibat adanya kandungan CO2 dan H2S pada minyak bumi, sehingga apabila terjadi kontak dengan air akan membentuk asam yang merupakan penyebab korosi.


Light Ends/ Light (Fraksi Ringan)
Produk cair yang pertama-tama keluar dari kolom suling minyak.

Light Oil (Minyak Ringan) : Semua sulingan minyak bumi yang diperoleh dari proses penguapan dan pengembunan pada tekanan atmosfer, memiliki derajat API antara 30 - 40.

Limestone (batuan gamping) : Batuan sediment yang terdiri atas mineral-mineral karbonat, terutama karbonat kalsium dan magnesium.

Line source solution : Karena kondisi reservoir yg infinite acting maka perbandingan rw terhadap re yg tak terhingga sangatlah kecil, oleh karena rw dpt diabaikan shg dianalogikan sebagai sebuah garis saja.

Liner (selubung) : Pipa berdiameter kecil dari pipa selubung, dipasang pada ujung rangkaian pipa selubung, menjulur ke dalam formasi produktif.

Live Oil (minyak hidup) : Minyak bumi yang mengandung gas.

LNG (Liquefied Natural Gas) : Gas Bumi Cair Gas yang terdiri atas metana yang dicairkan pada suhu sangat rendah (-160C) dan dipertahankan dalam keadaan cair untuk mempermudah transportasi dan penimbunan.

Lost Circulation Material (Bahan penyumbat) : Bridging Material

Lost Circulation (Sirkulasi Hilang) : Hilangnya lumpur pengeboran karena masuk ke suatu lapisan formasi seperti gua, retakan, atau lapiasan yang sangat permeable.

LPG (Liquefied Petroleum Gas) (Gas minyak cair-Elpiji) : Gas hidrokarbon yang dicairkan dengan tekanan untuk memudahkan penyimpanan, pengangkutan, dan penanganannya. Terdiri atas propane, butane atau campuran keduanya.

LSWR (Low Sulfur Waxy Residue) : Residu lilinan belerang rendah Residu berlilin dengan kadar belerang rendah yang diperoleh dari penyulingan atmosferik minyak bumi, misalnya residu minyak minas.

Lube (minyak lumas) : Lubricating Oil

M

Metode Centrifugal: dengan menggunakan gaya lempar dari putaran, sehingga fluida akan terpisah berdasarkan berat jenisnya.

Metode Gravitasi/Settling: dengan cara didiamkan, sehingga fluida akan terpisah berdasarkan berat jenisnya. 


Metode Pemanasan/Heating/Distilasi: dengan cara dipanaskan, sehingga fluida akan terpisah berdasarkan titik didihnya. 


Metode Kimia/Chemycal Dehydration: dengan cara menginjeksikan bahan kimia (Glykol), sehingga air akan terpisah. 


Metode Centrifugal: dengan menggunakan gaya lempar dari putaran, sehingga fluida akan terpisah berdasarkan berat jenisnya. 


Minimum Miscible Pressure : Tekanan minimal agar 2 buah fluida yang berbeda dapat saling tercampur.

Miscibility : Ketercampuran suatu fluida dengan fluida lainnya.

Miscible front : Front pendesakan gas CO2 yang larut dengan minyak sehingga efisiensi pendesakan dapat meningkat.

Mixing rule : Sifat campuran fluida sama dengan sifat komponennya dikali dengan komposisinya.

Mobility ratio : Perbandingan mobilitas antara fluida pendesak dengan fluida yang didesak. Jika nilainya lebih kecil dari 1 maka pendesakan akan stabil, jika nilainya lebih besar dari 1, maka akan terjadi fingering.

MOT : mud of test, yaitu mengkur tekanan formasi dengan S.G mud yang digunakan ekivalen dengan S.G. 1.6.

MW : mud weight, yaitu ukuran berat dari mud.

MWD : measuring while drilling, yaitu alat untuk mengukur selama proses pengeboran berlangsung.

N
Natural gas : Suatu sumber cadangan alam yang berupa gas. Berasal dari reservoir gas kering ataupun gas basah.

Near critical oils : Disebut demikian, karena titik temperature reservoir berada sedikit di bawah titik kritik temperature. Disebut juga Volatile Oil : Minyak yang mengandung fraksi berat. Pada kondisi reservoir, fluida berada dalam kondisi cairan. Seiring dengan turunnya tekanan, fluida akan melewati bubble point, yang dapat menegluarkan gas dari minyak. Ditandai pula dengan garis isovol yang lebih rapat di bagian bubble point, sehingga %penurunan cairan tinggi.

N/U BOP : nipple up BOP, proses pemasangan BOP.

N/D BOP : nipple down BOP, proses menurunkan BOP.

O

Oil bank : Sebuah wadah yang mengandung kumpulan minyak pada kuantitas tertentu.

Packer (Penyekat)
Alat semacam sumbat yang dapat mengembang untuk memisahkan ruangan annulus diantara rangkaian pipa dan selubung.

Paraffin Base Crude Oil (Minyak Bumi Parafinik) : Minyak bumi yang hidrokarbonnya terdiri atas parafin.

Paraffin Destilate (Sulingan Parafin) : Sulingan minyak bumi yang mengandung kristal lilin sebelum proses pengawalilinan yang menghasilkan lilin parafin dan minyak parafin.

Paraffin (Parafin) : Hidrokarbon jenuh dengan rantai terbuka.

Paraffin Wax (Lilin Parafin) : Lilin yang diperoleh antara alin dari sulingan parafin dengan jalan pendinginan dan penyaringan bertekanan, berupa massa yang berbentuk kristal, tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa dan terdidi atas campuran hidrokarbon padat yang sebagian besar termasuk dalam deret parafin.

Partial pressures : Tekanan dari masing-masing fraksi gas yang membentuk gas campuran tersebut.

Partial volume, menurut hk amagat : volume total suatu gas campuran sm dgn jumlah volum dr masing2 komponen pd kondisi P & T yg sama. Volum yg ditempati oleh setiap komponen disebut sbg partial volume.

Pay Zone/ Sand ( Zona Produktif)
: Batuan reservoir yang mengandung minyak dan gas bumi dalam jumlah yang dapat diproduksikan

Pbp : Tekanan pada kondisi di mana semua gas pada suatu campuran gas-cair tepat habis melarut ke dalam larutan bila tekanan campuran gas-cair tersebut dinaikkan tekanannya atau diturunkan temperaturnya.

Pc & Tc : Temperatur dan tekanan kritis dimana suatu fluida dapat berada dalam 2 keadaan yang berbeda (cair dan gas).

Pdp : Tekanan pada kondisi di mana semua fasa cair pada suatu campuran gas-cair tepat habis menguap menjadi gas.

Penetration Rate (Laju pengeboran) : laju pengeboran yang dinyatakan dalam ukuran meter per jam atau kaki per jam.

Perforating Gun (Senapan Pelubang) : Alat yang diturunkan ke dalam lubang sumur untuk memicu peledak erdaya besar atau menembakkan peluru baja menembus dinding pipa selubung dan semen ke dalam zona produktif, sehingga fluida formasi keluar dari reservoir memasuki lubang sumur.

Permeability (Permeabilitas) : Kemampuan batuan untuk melewatkan fluida melalui saringan (pori-pori).

Petroleoum Coke (Kokas Minyak Bumi) : Padatan yang terjadi pada proses perengkahan minyak bumi, terdiri atas hidrokarbon polisiklis tinggi dengan kadar hidrogen yang sangat rendah.

Phase envelop : Area yang dilingkupi oleh garis titik gelembung dan titik embun, pada diagram fasa.

POH : Pull out hole, menarik drilling assembling keatas sampai sesuai yang diinginkan.

Poise (poise) : Satuan viskositas yang diidentifikasikan sebagai gaya tangensial per satuan luas (dynes/cm3) yang diperlukan untuk mempertahankan perbedaan satu satuan kecepatan (1 cm/detik) antara dua bidang sejajar yang dipisahkan oleh fluida setebal 1 cm.

Pore volume : total volume pori dalam reservoir yang dapat terisi oleh fluida reservoir.

Porosity (Porositas) : Perbandingan antara volume sarangan (pori-pori) batuan dan volume batuan keseluruhan, dinyatakan dalam persen.

Pour point : Temperatur tertinggi di mana minyak masih dapat mengalir.

Ppb : pound per barrel, konsentrasi mud pound dalam 1 barrel larutan.

Ppc & Tpc : Pseudocritical properties & Temperatur critical properties– rata-rata molal dari sifat-sifat kritis dari komponen penyusun gas campuran tersebut.

Pressure : Besarnya gaya yg diberikan per luas area tertentu.

Pressure Maintenance (Pemeliharaan tekanan) : penginjeksian gas atau air ke dalam reservoir agar tekanan reservoir cukup tinggi mempertahankan produksi minyak.

Primary separator : Separator yang berfungsi memisahkan fasa –fasa bebas.

Propane (Propana) : Hidrokarbon jenuh (alkana) yang molekulnya terdiri atas 3 atom karbon dan delapan atom Hidrogen (C3H8) yang terdapat dalam minyak bumi, gas bumi dan gas hasil perengkahan di kilang.

Proved Reserved (Cadangan Terbukti) : Jumlah minyak dan gas yang diperkirakan dapat diproduksi dari suatu reservoir yang ukurannya sudah ditentukan dengan menyakinkan.

PSS condition : Keadaan dmn efek dari kondisi batas reservoir mulai terasa.

P-T diagram : Sebuah diagram tekanan vs temperatur tiga fasa, yang menunjukan wilayah dan batas dari masing-masing fasa tersebut. Terdapat titik triple (keseimbangan 3 fasa), titik kritik (tidak dapat ditentukan jenis fasa), garis sublimasi (padatàgas), garis penguapan (cairàgas), dan garis pelelehan (padatàcair).

P-V diagram : Diagram yang menggambarkan kelakuan fasa dalam suatu sistem pada fungsi tekanan vs volume. Dapat digunakan untuk menggambarkan lintasan proses dan perubahan yang terkait dengan perubahan tekanan, temperatur, dan volume dari sistem.

Q
Quality Line : Garis yang menunjukan persen kadar liquid & gas pada kondisi saturated.

R

Radius of investigation, menggambarkan sejauh mana (jarak dari lubang bor yg diuji) pencapaian transient tekanan ke dalam formasi apabila diadakan gangguan keseimbangan tekanan akibat suatu produksi atau penutupan sumur.

Recombination of surface fluids : Suatu prosedur yang dilakukan di permukaan, untuk menentukan komposisi dan kelakuan fluida di reservoir. Data perhitungan diperoleh dari komposisi fluida di permukaan atau data produksi.

Residual Oil : Sejumlah minyak yang sudah tidak dapat diproduksi lagi. Hal ini terjadi karena saturasi minyak telah mencapai titik maksimal (1-Sor).

Resins : Materi aromatik dan saturates yang menambah viskositas minyak mentah.

Retrograde condensation : Suatu fenomena yang terjadi pada retrograde gas reservoir. Fluida reservoir gas ini tidak selalu berada dalam fasa gas. Ketika tekanan menurun lalu, melintasi dew point line, maka sebagian gas terkondensasi. Sampai suatu titik mendekati tekanan separator, liquid tersebut menguap kembali menjadi gas. AKA retrograde.

Reverse combustion : Proses perolehan minyak dengan cara : pembakaran reservoir di sekitar sumur injeksi. Kemudian front pembakaran menyebar jauh ke arah sumur injeksi, sedangkan minyak bergerak ke arah sumur produksi.

Rig : rangkaian alat untuk ekploitasi minyak dari crane, drilling assembling, tangki-tangki dsb.

Rih : run in hole, masuknya bor kedalam lubang dan dilakukan pengeboran.

Round trip : membesihkan lubang dengan cara mengeluar masukan bit.

S
Saturated : kondisi dimana P < Pb. Kondisi pada tekanan bubble point dan temperatur reservoir. Sudah terdapat gas bebas yang terlepas dari minyak.

SC : Suatu kondisi yang menjadi standar untuk acuan kalkulasi di permukaan.

Scale : adalah hasil kristalisasi dan pengendapan mineral dari air formasi yang terproduksi bersama minyak dan gas.

Secondary separator : Separator yang berfungsi memisahkan fasa-fasa yang saling terlarut.

Semilog straight line : plot antara Pwf dan log t yg menunjukkan periode / regime aliran (transient, late transient, PSS) yg terjadi pd saat sumur diprodusi dengan rate tertentu.

Separator : alat untuk memisahkan gas, air dan minyak yg terproduksi dr sumur, terdapat 2 macam : vertikal dan horizontal.

Separator test : Pengujian fluida reservoir dimana tekanan chamber dikurangi terus menerus dan gas yagn terdapat di dalamnya dibuang seiring proses pengurangan tekanan.

SG gas & oil : Perbandingan antara densitas zat terhadap densitas udara diukur pada P&T yang sama.

Shale shaker : alat screen untuk memisahkan cutting dengan lumpur.

Shear Rate :  Perubahan kecepatan akibat gaya yang diberikan per satuan waktu (1/s).

Shear Stress : Besar gaya yang diberikan ke fluida untuk mengalir per satuan luas (N/m2).

Shoe : ujung casing yang menempel di bottom hole.


Shrinkage factor : Rasio antara volume yang ditempatkan suatu zat pada kondisi standar dengan volume yang ditempati oleh zat tersebut pada kondisi reservoir. (Vsc/Vr).

Skin factor : Suatu besaran dimensionless yg menyatakan besarnya tingkat kerusakan formasi.

Solution GOR : Ukuran yang menunjukkan banyaknya gas yang terlarut dalam minyak di reservoir.

Sour gas : gas yang tidak mengandung impurities.

Specific Gravity : Merupakan perbandingan densitas fluida produksi dengan densitas standarnya.

Specific heat : Suatu parameter yang menyatakan banyaknya panas yang doperlukan untuk menaikkan suhu satu satuan masa batuan tersebut sebesar 1°C.

Spot : memompakan Hivis ataupun mud dengan karakteristik tertentu tetapi mud tersebut ditinggalkan didalam lubang, biasanya apabila sedang Poh, round trip.

Spud time : waktu awal mulai pengeboran.

Standard condition : kondisi tertentu yg dijadikan acuan pd suatu pengukuran, umumnya 1 atm & 60 F.

Static lost : lost mud yang terjadi pada saat pompa dalam keadaan mati.

Steady state condition : Keadaan dimana perubahan tekanan tidak bergantung terhadap perubahan waktu.

Steam soak : Salah satu tahap cyclic steam injection setelah penginjeksian uap yang dilakukan selama beberapa minggu. Pada tahap ini, sumur ditutup selama beberapa hari untuk mendistribusikan uap secara merata supaya minyak menjadi lebih mudah untuk diproduksikan.

Stock-tank : Wadah untuk menampung minyak yang sudah melewati separator.

Surface sampling : Metode pengambilan sampel liquid yang diperoleh di permukaan (pada separator).

Sweep : memompakan Hivis untuk menyapu cutting yang ada didalam lubang.

Sweep efficiency : Areal efficiency.

Sweet gas : gas yang tidak mengandung CO2.

SXS : satuan untuk 1 sack mud.

T

Tekanan : Gambaran dari frekuensi molekul gas yang menghantam dinding wadahnya. Jika molekul gas cenderung berdekatan, akan menghasilkan peningkatan tekanan.

Tekanan uap : Merupakan parameter acuan untuk menentukan fasa suatu sistem (gas atau cair) pada P&T tertentu. Jike Psist>Pv à fasa cair, respectively. Dapat diestimasi menggunakan persamaan Clausius-Clapeyron.

Temperatur : Pengukuran secara fisik dari suatu material yang merepresentasikan energi kinetik rata-ratanya. Bila material tersebut dihantarkan panas, maka energi kinetik akan bertambah seiring dengan bertambahnya nilai temperatur.

Teori pendesakan frontal : model dimana saturasi air sebagai fluida pendesak tiba-tiba naik pada front kemudian berangsur-angsur naik hingga mencapai (1-Sor).

Ternary diagram : Diagram fasa komposisional untuk sistem campuran tiga komponen. Diagram ini adalah segitiga sama kaki di mana masing-masing apeksnya menunjukan 100% molar dari komponen tunggal.

Three-stage separation : Sistem pemisahan di permukaan yang umumnya digunakan untuk fluida jenis volatile oil dan retrograde gas. Alat pemisah terdiri dari 2 buah separator dan 1 buah stock tank.

Tie line : Garis yang menghubungkan komposisi kesetimbangan fasa cair dengan komposisi fasa gas.

Titik Bakar (Fire point) : adalah temperatur dimana suatu produk petroleum terbakar untuk sementara (ignites momentarialy) tetapi tidak selamanya, sekurang-kurangnya 5 detik.

Titik beku (Freeze Point) : adalah temperatur terendah dimana minyak sudah tidak dapat mengalir lagi.

Titik kabut (Cloud Point) : adalah dimana padatan mulai mengkristal atau memisahkan diri dari larutan bila minyak didinginkan.

Titik Nyala (Flash point) : adalah temperatur terendah dimana suatu material mudah terbakar dan menimbulkan uap tertentu sehingga akan bercampur dengan udara, campuran tersebut mudah terbakar.

Titik tuang (Pour Point) : adalah temperatur terendah dimana minyak mentah dapat tertuang setelah mengalami pembekuan.

TOC : top on cement, bagian paling atas didalam casing yang sudah disemen tetapi belum dibor.

Top plug : plug paling atas dibawah TOC.

Total efficiency : Hasil kali antara ED , EA, dan Ev.

Total FVF : Penjumlahan dari FVF gas bebas yang dikonveriskan ke kondisi reservoir dengan FVF minyak minyak. FVF oil ditambah FVF gas yg telah dikonversikan dalam minyak, Bt = Bo + Bg (Rsb – Rs)

Two-stage separation : Sistem pemisahan di permukaan yang umumnya digunakan untuk fluida jenis black oil. Alat pemisah terdiri dari 1 buah separator dan 1 buah stock tank.

Transient condition : Kondisi pd periode awal yg bersifat sementara.

U

Undersaturated : kondisi dimana P > Pb. Kondisi di atas tekanan bubble point dan temperatur reservoir Gas masih terlarut dalam minyak.

V
Vertical efficiency : Tebal reservoir yang tersapu dibagi dengan total tebal reservoir.

Viscous fingering : Segregasi akibat gravitasi yang berbentuk saluran kecil bercabang-cabang.

Viskositas : Viskositas didefinisikan sebagai ketahanan internal suatu fluida untuk mengalir.

Viskositas Dinamik : Perbandingan tegangan geser dengan laju perubahannya. Satuannya centi poise (poise/100) atau gr/cm s

Viskositas Gas : Pada gas, ketika terjadi penurunan pressure, gas akan semakin berekspansi. Gas yang telah berekspansi akan semakin mudah untuk mengalir, sehingga viscositasnya akan semakin besar ketika terjadi penurunan pressure.

Viskositas Kinematik
: Perbandingan viskositas dinamik dengan densitas. Satuannya centi stock (stock/100) atau cm2/s

Volatile Oil : Merupakan reservoir minyak dengan factor penyusutan yang besar. Volatile oil mengandung relatif lebih sedikit molekul-molekul berat dan lebih banyak intermediates (yaitu etana sampai heksana) dibanding black oil.

W
Water breakthrough : Kondisi saat air sepbagai fluida pendesak mencapai sumur produksi dan ikut diproduksikan bersama dengan minyak.

Washdown : membersihkan cutting yang menempel di drillstring dengan cara menyemprotkan air disepanjang drillstring tersebut.

Wellbore storage coefficient
: Suatu koefisien yang menyatakan banyaknya minyak yang terangkat pada pressure drop tertentu.

Welge method : Metode penentuan saturasi air rata-rata di belakang front dengan cara mengintegrasikan distribusi saturasi dari titik injeksi ke front.

Wet Gas : Gas basah yang mengandung metana sebagai komponen utama. Serta kandungan lain yaitu HC intermediate. Jumlah HC intermediate pada jenis gas ini, lebih banyak dibandingkan dry gas. Bahkan dapat ditemui pula fraksi pentane dan hexane. Kata :wet: pada wet gas (gas basah) bukan berarti gas tersebut basah oleh air, tetapi mengacu pada cairan HC yang terkondensasi pada kondisi permukaan.

WOC : waiting on cementing, menunggu penyemenan dari prosesnya sampai kering.

X

Y

Z
Z-factor : Rasio antara volume gas pada suatu P dan T dengan volume gas bila gas tersebut berkelakuan sebagai gas ideal pada P dan T yang sama. (Vact/Vid).

Saya bukan master ataupun ahli. Hanya seorang mahasiswa yang ingin sharing pengetahuan mengenai Migas, Geothermal dan Pengetahuan Umum lainnya.

Share this

Subscribe Yuk !!!

Postingan Terkait

Previous
Next Post »

   Berkomentarlah dengan Baik dan Sopan.