Pengertian dan Penyebab Terjadinya Blowout

Published by Priant Taruh on November 14, 2017

Blowout merupakan naiknya fluida (minyak, gas atau cairan lainnya) dari dalam sumur ke permukaan yang tidak bisa dikontrol.

Blowout juga merupakan kejadian yang terjadi ketika Kick tidak dapat ditanggulangi.

Penyebab terjadinya blowout disebabkan oleh PH (tekanan hidrostatis) < P Formasi (tekanan formasi). Hal tersebut terjadi karena beberapa hal berikut:

1. BJ Lumpur yang mengecil, akibat dari penambahan air formasi atau gas

a. Pemboran menembus formasi gas

Akibat menembus formasi gas maka gas akan masuk ke dalam cutting. Pada saat di dasar lubang, gas tidak akan keluar krn Ph masih tinggi. Saat cutting naik keatas maka PH disekeliling cutting akan berkurang sehingga gas akan keluar, masuk ke lumpur dan akan mengembang. Hal tersebut akan menyebabkan BJ lumpur mengecil.

b. Swabb effect

Swabb effect adalah terhisapnya fluida formasi kedalam sumur.
Terjadi karena:
  • Viskositas lumpur terlalu tinggi
  • Mencabut rangkaian bor terlalu cepat
  • Clearance antara bit dengan dinding lubang kecil (MC tebal & bit balling)


2. Tinggi kolom lumpur berkurang

A. Disebabkan lumpur masuk ke dalam formasi (Mud loss).

Hal tersebut disebabkan oleh beberapa hal berikut ini:

a. Terjadi apabila membor formasi rekah.

Formasi pecah disebabkan oleh:
  • Viskositas lumpur tinggi (sebabkan pressure loss tinggi)
  • Squeeze effect atau pressure surge
  • BJ lumpur terlalu tinggi (Psirk terlalu tinggi)
  • Pemompaan lumpur secara mengejut
  • Gel strength tinggi (perlu break circulation)

b. Menembus formasi rekahan

Terjadi karena kita menembus formasi karbonat/gamping yang mengandung rekahan dan lumpr akan masuk ke dalam rekahan tersebut. Hal tersebut akan mengakibatkan tinggi kolom lumpur berkurang sehingga PH akan berkurang.

B. Terlambat mengisi lubang bor saat mencabut rangkaian

Dikenal adanya cabut basah (wet pull) dan cabut kering (dry pull)

a. Wet pull terjadi bila:
  • Rangkaian memakai DP float
  • Nozzle bit terlalu kecil

b. Dry pull (cabut kering)
  • Pada saat cabut kering maka lumpur di anulus dan dalam rangkaian sama sama turun.

3. Menembus formasi Abnormal

Formasi abnornal adalah formasi yang mempunyai gradient tekanan Formasi > 0.465 psi/ft. Apabila PH lumpur < P formasi, maka akan terjadi blowout.

Penyebab tekanan abnormal :
  • Patahan
  • Struktur reservoir yang luas
  • Gas cap
  • Aquifer
  • Massive shale
  • Pasir diantara shale
  • Lensa lensa pasir
  • Tekanan yang berasal dari formasi yang lebih dalam

Saya bukan master ataupun ahli. Hanya seorang mahasiswa yang ingin sharing pengetahuan mengenai Migas, Geothermal dan Pengetahuan Umum lainnya.

Share this

Subscribe Yuk !!!

Postingan Terkait

Previous
Next Post »

   Berkomentarlah dengan Baik dan Sopan.