Mengapa Pada Pengeboran Geothermal Mencari Zona Loss?

Published by Priant Taruh on December 24, 2016
Mengapa sih kita harus mencari Zona Loss pada pengeboran Geothermal ??? Sedangkan pada perminyakan Zona Loss sangat dihindari.


Sebelum lanjut lebih dalam sebaiknya kita cari tahu dulu apa sih itu Zona Loss?

Pada saat melakukan pengeboran seringkali melewati daerah rekahan, pada saat melewati daerah rekahan tersebut lumpur akan hilang hilang ke formasi yang menandakan bahwa daerah tersebut adalah daerah rekahan, jadi yang sebenarnya dicari adalah daerah rekahan.

Tapi untuk bahasa orang lapangan sering kali menyebutnya zona loss, sebenarnya sah-sah saja untuk mengatakan itu zona loss ataupun zona rekahan. Karena pada zona loss merupakan daerah rekahan.
Jadi bisa diartikan seperti dibawah ini:

Rekahan = Zona loss = Masuknya lumpur pemboran ke zona tersebut (formasi)

Baca juga : Kelebihan energi geothermal dibanding energi lainnya

Berikut perbedaan zona loss pada Geothermal maupun Perminyakan.

GEOTHERMAL 

Zona Loss pada pengeboran geothermal adalah zona yang justru dicari, mengapa? Karena zona loss merupakan zona dimana fluida panas diproduksikan / di injeksikan kembali kedalam formasi.
Jadi bisa diartikan bahwa zona loss (zona rekahan) merupakan zona penghubung dari sumber panas ke surface dan juga sebaliknya.

PERMINYAKAN

Beda halnya dengan pengeboran pada perminyakan, Zona Loss dihindari karena dapat menyebabkan kerugian seperti, hilangnya lumpur pemboran, rusaknya porositas dan permeabilitas, mudah runtuhnya formasi, dll.

Saya bukan master ataupun ahli. Hanya seorang mahasiswa yang ingin sharing pengetahuan mengenai Migas, Geothermal dan Pengetahuan Umum lainnya.

Share this

Subscribe Yuk !!!

Postingan Terkait

Previous
Next Post »

   Support blog ini dengan cara Berkomentar yang baik dan sopan.