Additive pada Lumpur Pemboran dan Fungsinya

Published by Priant Taruh on January 28, 2017
Berikut adalah bahan additive pada lumpur pemboran.

Untuk tampilan yang lebih baik sebaiknya buka artikel ini di browser pada pc.
Additive Lumpur Pemboran Fungsi
1. Bentonite/Wyoming Bentonite menaikkan viscositas dan menurunkan fluida loss dari lumpur dasar air tawar
2. Attapulgite menghasilkan viscositas jika digunakan pada air asin
3. Asbestos menghasilkan viscositas yang efektif pada lumpur air tawar, maupun air asin
4. Polymer mengontrol filtration loss, viscositas, flokulasi dan penstabil shale
5. Lime/semen menaikkan viscositas
6. Barite(BaSO4) menaikkan densitas dari semua jenis lumpur
7. Oksida Besi(Fe2O3) menaikkan filtration loss dan menaikkan ketebalan mud cake
8. Galena(PbS) untuk masalah pemboran khusus kick
9. Calcium Carbonat(CaCO3) mendapatkan densitas lumpur sampai 10.8 lb/gal pada oil base mud dan fluida work over
10. Larutan Garam memformulasikan solid free work over fluid
11. Phospate menghasilkan keseimbangan listrik dan memungkinkan partikel-partikel mengembang dengan bebas dalam larutan.
12. Sodiumcartboxy methycellulose (cmc) sebagai fluid loss control dan sebagai viscosifer
13. X–C polymer mengurangi api filter loss lumpur pemboran
14. Ben-Ex mengikat partikel clay bersama-sama pada shear rate rendah.
15. Lignins,Tannins,dan Lignosulfonates memberikan sifat fluid loss control
16. Diesel oil mengurangi water loss tetapi pada temperatur dan tekanan tinggi water loss tidak terpengaruh oleh minyak.
17. Fibrous Material menutup rongga-rongga yang besar karena mengandung serat kasar yang dapat memberikan kemampuan membungkus dengan baik.
18. Granular Material Menutup zona porous
19. Flakes Material Menyumbat zona porous
20. Barite dan Bentonite untuk menutup /menyumbat formasi yang porous
21. Squeeze Technique menyelesaikan program-program lost circulation
22. Floculant mengikat padatan yang berasaldari serbuk bor agar menggupal sehingga mudah diambil dengan cara penyaringan dan pengendapan.
23. Corrison Control Agent mengontrol korosi
24. Defoamer memecah busa dalam lumpur pemboran
25. Pengatur PH mengatur ph lumpur pemboran
26. Pelumas Lumpur pelumas bagi bit dan drill string
27. Anti Differtial Sticking Additive untuk mencegah atau mengatasi masalah jepitan pipa
28. Hematite ( Fe2SO3 ) Mengontrol Density Lumpur pemboran
29. Ilmenite ( FeO. TiO2 ) Mengontrol Density lumpur pemboran
30. Sodium Acid Pyro Phospat (SAPP) mempunyai pH kurang lebih 4, fungsinya untuk memperbaiki keadaan lumpur yang terkontaminasi dengan semen serta dapat digunakan untuk menurunkan viskositas.
31. Quebracho dengan penambahan 2% dari volume lumpur dapat memperbaiki air tapisan dan menurunkan viskositas lumpur.
32. Calcium ligno sulfonate sangat baik untuk dispersant pada calcium treated muds ataupun lime treated muds
33. Poly Melamine Sulfanate aditif yang dapat mengurangi viscositas semen
34. Extander membuat volume slurry menjadi lebih banyak untuk tiap sak semen
35. Retarder memperpanjang waktu pemompaan misalnya untuk zona-zona yang temperaturnya besar, karena temperature mempercepat reaksi kimmia antara semen dan air hingga thickeninh time lebih singkat
36. Accelerator mempercepat thickening time.
37. Low Filtration Addictive mengontrol pengendapan padatan bila ada perbedaan tekanan yang besar antara slurry dan zone yang mempunyai permeabilitas tinggi, karena air pada slurry akan meresap masuk kedalam zone tersebut.
38. Lost Circulation Addictive mengatasi masalah loss circulation

Saya bukan master ataupun ahli. Hanya seorang mahasiswa yang ingin sharing pengetahuan mengenai Migas, Geothermal dan Pengetahuan Umum lainnya.

Share this

Subscribe Yuk !!!

Postingan Terkait

Previous
Next Post »

   Support blog ini dengan cara Berkomentar yang baik dan sopan.