Gas Trap Degasser

Published by Priant Taruh on January 03, 2017

Degasser  dipasang di possum belly. Prinsip kerja degasser ini pada dasarnya mengaduk Lumpur dengan agitator agar gas dalam Lumpur keluar dan diisap oleh vacuum pump untuk dianalisa oleh Chromatograph.
Ada dua macam degasser berdasarkan tenaga penggerak/pemutar agitator yaitu degasser dengan tenaga listrik ( electric ) dan gegasser dengan tenaga angin (air degasser ). Untuk degasser electric jarang hamper tidak pernah digunakan. Kecuali untuk rig yang tidak menyediakan angin compressor.
Hal-hal yang perlu diperhatikan
1      Sensor terpasang dengan kuat menggunakan “C” claim dan posisi tegak
2      Bersihkan degasser saat possum belly kosong, atau setelah penyemenan.
3      Posisi degasser dan putaran agitator bagus dalam keadaan drilling/sirkulasi.
  
Lumpur keluar dari corong degasser setengah penuh.
1      Cek selalu oli pelumas pada regulator atau suntikkan oli pelumas ke slang angin  tiap 1 jam sekali.
2      Cek sekali-sekali kondisi agitator saat stop sirkulasi. Jika sudah goyah, segera dikencangkan/perbaiki atau ganti   dengan degasser spare.
3      Pelankan putaran agitator bila   degasser tidak digunakan.
4      Tekanan angin 20-30 psi (kondisi degasser bagus) untuk memutar agitator guna memecah Lumpur.
5      Cek posisi degasser bila terjadi perubahan Flow Rate ( gpm )

Saya bukan master ataupun ahli. Hanya seorang mahasiswa yang ingin sharing pengetahuan mengenai Migas, Geothermal dan Pengetahuan Umum lainnya.

Share this

Subscribe Yuk !!!

Postingan Terkait

Previous
Next Post »

   Support blog ini dengan cara Berkomentar yang baik dan sopan.