Masalah yang Timbul Pada Saat Operasi Pemboran Berlangsung

Published by Priant Taruh on January 27, 2017
 

Dalam operasi pemborang tidak selamanya berjalan lancar seperti yang diharapkan, ada beberapa masalah yang bisa saja terjadi dalam operasi pemboran. Hal tersebut dapat mempengaruhi kesuksesan dari operasi pemboran tersebut.

Berikut ini adalah Masalah yang Timbul Pada Saat Operasi Pemboran Berlangsung:

1. Pipe sticking/ Pipa terjepit

Pipa terjepit adalah keadaan dimana sebagian dari pipa bor atau stang bor (drill collar) terjepit (stuck) didalam lubang bor. Jika hal ini terjadi, maka gerakan pipa akan terhambat dan pada gilirannya dapat mengganggu kelancaran operasi pemboran.

2. Shale Problem

Pemboran menembus lapisan shale memiliki pemasalahan tersendiri. Menjaga agar shale tetap stabil, tidak runtuh atau longsor merupakan suatu masalah. Tidak ada suatu cara yang pasti yang dapat diterapkan untuk semua keadaan. Untuk mengurangi masalah ini biasanya pemboran dilakukan dengan memakai drilling practice serta mud practice yang baik. Karena reruntuhan atau longsorannya shale ini, maka akibat seterusnya yang dapat timbul antara lain : 
  • Lubang bor membesar 
  • Pipa bor terjepit 
  • Bridges dan fill up 
  • Kebutuhan lumpur bertambah 
  • Penyemenan yang kurang sempurna 
  • Kesulitan dalam melaksanakan logging

3. Hilang Lumpur (Lost Circulation)

Hilang lumpur adalah peristiwa hilangnya lumpur pemboran masuk ke dalam formasi. Hilang lumpur ini merupakan problem lama di dalam pemboran, yang meskipun telah banyak penelitian, tetapi masih banyak terjadi dimana-mana, serta kedalaman yang berbeda-beda. Hilang terjadi karena dua faktor, yakni : faktor mekanis dan faktor formasi.

4. Hole deviation

Keadaan yang tidak disengaja dimana terjadi pergeseran arah mata bor terhadap lubang bor yang telah ditentukan. Baik itu pengeboran secara vertical atau directional. Kecenderungan untuk menjauh dari jalan yang diinginkan berdampak pada biaya pengeboran dan sewa batas wilayah.

5. Twistoff

Adalah pipe failure yangterjadi ketika tegangan geser (shear stress) yang ada memiliki torsi lebih tinggi dari pada tegangan geser bahan pipa.

6. Parting

Pipa terlepas, ketika tegangan tarik(tensile stress) pada sumur melebihi tegangan tarik material pipa.

7. Burst or Collapse

Terjadinya kebocoran atau runtuh karena tekanan internal atau ekternal yang berlebihan seperti tingginya berat lumpur yang disirkulasi,hal ini jarang terjadi.

Saya bukan master ataupun ahli. Hanya seorang mahasiswa yang ingin sharing pengetahuan mengenai Migas, Geothermal dan Pengetahuan Umum lainnya.

Share this

Subscribe Yuk !!!

Postingan Terkait

Previous
Next Post »

   Support blog ini dengan cara Berkomentar yang baik dan sopan.