Proses Pengolahan Minyak Bumi

Published by Priant Taruh on February 19, 2017
Bensin adalah bahan bakar yang saat ini sering digunakan, tapi tahukah  bahwa bensin tersebut bukanlah produk jadi yang bisa langsung digunakan. Bensin tersebut berasal dari minyak mentah yang telah mengalami beberapa proses pengolahan sehingga menjadi bahan bakar yang bisa kamu gunakan untuk berbagai keperluan. Proses pengolahan tersebut berlaku pada bahan bakar lainnya seperti pertalite, solar dan bahan bakar lainnya.

Berikut ini adalah 6 proses atau tahap dalam pembuatan minyak mentah;



1. Destilasi

Distilasi atau penyulingan adalah suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan atau yang sering dikenal dengan teknik pemisahan kimia berdasarkan perbedaan titik didih.
Dalam penyulingan, campuran zat dididihkan sehingga menguap, dan uap ini kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan. Zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap lebih dulu.
    a. Destilasi terbagi menjadi beberapa jenis yaitu :
    b. Destilasi sederhana
    c. Destilasi bertingkat ( fraksional )
    d. Destilasi azeotrop
    e. Destilasi vakum
    f. Refluks / destruksi
    g. Destilasi kering
2. Cracking

Cracking adalah penguraian molekul-molekul senyawa hidrokarbon yang besar menjadi molekul-molekul senyawa hidrokarbon yang kecil. Contoh cracking ini adalah pengolahan minyak solar atau minyak tanah menjadi bensin. Proses ini ditujukan untuk memperbaiki kualitas dan perolehan fraksi gasolin (bensin).

Baca juga: Komposisi kimia hidrokarbon

Kualitas gasolin sangat ditentukan oleh sifat anti knock (ketukan) yang dinyatakan dalam bilangan oktan. Bilangan oktan 100 diberikan pada isooktan (2,2,4-trimetil pentana) yang mempunyai sifat anti knocking yang istimewa, dan bilangan oktan 0 diberikan pada n-heptana yang mempunyai sifat anti knock yang buruk. Gasolin yang diuji akan dibandingkan dengan campuran isooktana dan n-heptana. Bilangan oktan dipengaruhi oleh beberapa struktur molekul hidrokarbon.

Terdapat 3 cara proses cracking, yaitu :
    a. Cara panas (thermal cracking), yaitu dengan penggunaan suhu tinggi dan tekanan yang rendah.

    b. Cara katalis (catalytic cracking), yaitu dengan penggunaan katalis. Katalis yang digunakan biasanya SiO2 atau Al2O3 bauksit. Reaksi dari perengkahan katalitik melalui mekanisme perengkahan ion karbonium. Mula-mula katalis karena bersifat asam menambahkna proton ke molekul olevin atau menarik ion hidrida dari alkana sehingga menyebabkan terbentuknya ion karbonium.

    c. Hidrocracking Hidrocracking merupakan kombinasi antara perengkahan dan hidrogenasi untuk menghasilkan senyawa yang jenuh. Reaksi tersebut dilakukan pada tekanan tinggi. Keuntungan lain dari Hidrocracking ini adalah bahwa belerang yang terkandung dalam minyak diubah menjadi hidrogen sulfida yang kemudian dipisahkan.
3. Reforming

Setelah dilakukan pemurnian melalui cracking, tahap pengolahan minyak bumi dilanjut dengan proses reforming. Reforming adalah proses merubah struktur molekul fraksi yang mutunya buruk (rantai karbon lurus) menjadi fraksi yang mutunya lebih baik (rantai karbon bercabang) yang dilakukan dengan penggunaan katalis atau proses pemanasan. Karena dilakukan untuk merubah struktur molekul, maka proses ini juga bisa disebut sebagai proses isomerisasi.

4. Alkilasi dan Polimerisasi

Polimerisasi adalah proses penggabungan molekul-molekul kecil menjadi molekul besar atau menjadi lebih panjang dan bercabang. Misalnya, penggabungan senyawa isobutene dengan senyawa isobutana yang menghasilkan bensin berkualitas tinggi, yaitu isooktan.

Alkilasi adalah tahap penambahan jumlah atom pada fraksi sehingga molekul fraksi menjadi yang lebih panjang dan bercabang. Proses alkilasi menggunakan penambahan katalis asam kuat seperti HCl, H2SO4, atau AlCl3 (suatu asam kuat Lewis). Proses alkilasi menggunakan penambahan katalis asam kuat seperti H2SO4, AlCl3, dan HCl.

5. Treating

Treating adalah proses pemurnian fraksi minyak bumi dengan cara menghilangkan bahan-bahan pengotor yang terikut dalam proses pengolahan atau yang berasal dari bahan baku minyak mentah, Seperti bau tidak sedap, lumpur, warna, parafin, aspal, dan belerang.
Treating terbagi menjadi 3 bagian yaitu:
    a. Copper sweetening dan doctor treating adalah proses penghilangan pengotor yang menimbulkan bau tidak sedap.

    b. Acid treatment adalah proses penghilangan lumpur dan perbaikan warna.

    c.  Desulfurizing adalah proses penghilangan unsur belerang.
6. Blending 

Proses blending adalah penambahan bahan-bahan aditif kedalam fraksi minyak bumi dalam rangka untuk meningkatkan kualitas produk tersebut.
Bensin yang memiliki berbagai persyaratan kualitas merupakan contoh hasil minyak bumi yang paling banyak digunakan di barbagai negara dengan berbagai variasi cuaca. Untuk memenuhi kualitas bensin yang baik, terdapat sekitar 22 bahan pencampur yang dapat ditambanhkan pada proses pengolahannya.
Diantara bahan-bahan pencampur yang terkenal adalah tetra ethyl lead (TEL). TEL berfungsi menaikkan bilangan oktan bensin. Demikian pula halnya dengan pelumas, agar diperoleh kualitas yang baik maka pada proses pengolahan diperlukan penambahan zat aditif. Penambahan TEL dapat meningkatkan bilangan oktan, tetapi dapat menimbulkan pencemaran udara. Contohnya Blending SG dan Blending ON.

Baca artikel lainnya : Klasifikasi minyak bumi

Saya bukan master ataupun ahli. Hanya seorang mahasiswa yang ingin sharing pengetahuan mengenai Migas, Geothermal dan Pengetahuan Umum lainnya.

Share this

Subscribe Yuk !!!

Postingan Terkait

Previous
Next Post »

   Support blog ini dengan cara Berkomentar yang baik dan sopan.