Sejarah Migas di Indonesia

Published by Priant Taruh on February 11, 2017
Kita tahu bersama bahwa perkembangan migas yang begitu pesat saat ini tidak terlepas dari masa sebelum berkembangnya.
Berikut merupakan sejarah singkat perkembangan migas di Indonesia
Tahun 1871 Merupakan tahun dimana pertama kali dilakukannya pengeboran minyak di Indonesia yang dilakukan oleh seorang Belanda yang bernama Jan Reerink. Pengeboran tersebut tidak berselang lama dengan pengeboran minyak pertama di dunia yaitu 12 tahun setelah pengeboran di negara bagian pensilvania, Amerika Serikat oleh William Smith de Titusville. 

Tahun 1883 ditemukannya sumber minyak di lapangan minyak Telaga Tiga dan Telaga Said di dekat Pangkalan Brandan oleh Seorang Belanda yang bernama A.G. Zeijlker. Berbarengan dengan penemuan tersebut, ditemukannya juga penemuan lain yaitu di Pangkalan Brandan dan Telaga Tunggal. Penemuan lapangan Telaga Said oleh Zeijlker menjadi modal pertama suatu perusahaan minyak yang kini dikenal sebagai Shell. Pada waktu yang bersamaan, juga ditemukan lapangan minyak Ledok di Cepu, Jawa Tengah, Minyak Hitam di dekat Muara Enim, Sumatera Selatan, dan Riam Kiwa di daerah Sanga-Sanga, Kalimantan.
Menjelang akhir abad ke 19 terdapat 18 prusahaan asing yang beroperasi di Indonesia. 

Tahun 1902 didirikannya perusahaan Koninklijke Petroleum Maatschappij yang bekerjasama dengan Shell Transport Trading Company sehingga lahirnya The Asiatic Petroleum Company atau Shell Petroleum Company. Pada tahun 1907 berdirilah Shell Group yang terdiri atas B.P.M., yaitu Bataafsche Petroleum Maatschappij dan Anglo Saxon. Pada waktu itu di Jawa timur juga terdapat suatu perusahaan yaitu Dordtsche Petroleum Maatschappij namun kemudian diambil alih oleh B.P.M.

Tahun 1912, perusahaan minyak Amerika mulai masuk ke Indonesia. Pertama kali dibentuk perusahaan N.V. Standard Vacuum Petroleum Maatschappij atau disingkat SVPM. Perusahaan ini mempunyai cabang di Sumatera Selatan dengan nama N.V.N.K.P.M (Nederlandsche Koloniale Petroleum Maatschappij) yang sesudah perang kemerdekaan berubah menjadi P.T. Stanvac Indonesia. Perusahaan ini menemukan lapangan Pendopo pada tahun 1921 yang merupakan lapangan terbesar di Indonesia pada jaman itu. 

Pemerintah Belanda mendirikan perusahaan gabungan antara pemerintah dengan B.P.M. yaitu Nederlandsch Indische Aardolie Maatschappij. Dalam perkembangan berikutnya setelah perang dunia ke-2, perusahaan ini berubah menjadi P.T. Permindo dan pada tahun 1968 menjadi P.T. Pertamina. 

Tahun 1969 ditemukan lapangan minyak lepas pantai yang diberi nama lapangan Arjuna di dekat Pemanukan, Jabar. Tidak lama setelah itu ditemukan lapangan minyak Jatibarang oleh Pertamina. Hingga saat ini ada begitu banyak perkembangan migas yang telah terjadi.

Saya bukan master ataupun ahli. Hanya seorang mahasiswa yang ingin sharing pengetahuan mengenai Migas, Geothermal dan Pengetahuan Umum lainnya.

Share this

Subscribe Yuk !!!

Postingan Terkait

Previous
Next Post »

   Support blog ini dengan cara Berkomentar yang baik dan sopan.