Problem Pemboran / Hole Problem

Published by Priant Taruh on May 01, 2017
Usaha memelihara kestabilan lubang bor sewaktu pemboran menembus formasi shale, akan dipersulit dengan adanya masalah yang ditimbulkan oleh sifat-sifat shale tersebut (shale problem), dalam hal ini terutama masalah clay swelling didalamnya. Clay swelling bersama dengan sifat-sifat shale yang lainnya (dispersi dan lain- lainnya) menimbulkan masalah yang bervariasi.

Mud making shale atau shale yang dapat menghidrat adalah jenis yang dapat menimbulkan pembesaran lubang bor bila terjadi interaksi secara kimia dengan fluida pemboran, ini terjadi bila didalamnya terkandung bentonitic shale yang sedikit atau dapat menghidrat seperti seperti illite, chlorite atau caolinite secara kimiawi hanya sedikit dipengaruhi oleh lumpur pemboran. 


Clay swelling membahayakan karena akan menaikkan jumlah padatan dalam lumpur, menimbulkan penyumbatan lubang bor, dan lebih jauh lagi akan menyebabkan terjepitnya drill pipe (drill pipe sticking). Gugurnya formasi setelah terjadinya swelling akan dipercepat oleh adanya aksi mekanis alat-alat bor seperti perputaran drill string. 

Formation Damage

Terjadinya invasi mud filtrat ke dalam formasi produktif yang mengandung clay (formasi shale) akan mengakibatkan terjadinya hidrasi air dan clay sehingga terjadi pembengkakan (swelling) dari partikel-partikel clay tersebut.

Keadaan tersebut mengakibatkan wellbore damage (formation damage), yaitu pengurangan permeabilitas dari formasi produktif disebabkan berubahnya sifat-sifat fisik batuan reservoir karena swelling tadi di daerah formasi produktif. 

Lost Circulation

Sebagaimana diketahui lost circulation adalah hilangnya semua atau sebagian lumpur dalam sirkulasinya dan masuk ke formasi.

Penyebab lost circulation adalah adanya celah terbuka yang cukup besar di dalam lubang bor, yang memungkinkan lumpur untuk mengalir ke dalam formasi, dan tekanan di dalam lubang lebih besar dari tekanan formasi. Celah tersebut dapat terjadi secara alami dalam formasi yang fracture, unconsolidate, atau tekanan yang terlalu besar. 

Pipe Sticking

Masalah yang timbul karena pengangkatan cutting yang kurang sempurna adalah differential pipe sticking, dimana cutting yanag mengendap akan menutupi permukaan pipa. Penyebab pipe sticking yaitu :
• Formasi porous dan permeable 
• Lumpur kurang stabil (water loss tinggi, mud cake tebal)

Saya bukan master ataupun ahli. Hanya seorang mahasiswa yang ingin sharing pengetahuan mengenai Migas, Geothermal dan Pengetahuan Umum lainnya.

Share this

Subscribe Yuk !!!

Postingan Terkait

Previous
Next Post »

   Support blog ini dengan cara Berkomentar yang baik dan sopan.