Porositas (Porosity)

Published by Priant Taruh on May 04, 2017
Porositas adalah salah satu sifat batuan yang menyatakan ketersediaan ruang bagi hidrokarbon dalam suatu batuan. Dalam bahasa matematis, porositas dinyatakan dalam persen perbadingan antara volume pori dibanding dengan volume batuan. Porositas ini sangat penting di dunia perminyakan karena secara tidak langsung menyatakan cadangan hidrokarbon yang terkandung dalam sebuah reservoir.
Menurut proses geologinya (pembentukannya) porositas diklasifikasikan menjadi dua macam, yaitu :
  1. Porositas Primer
  2. Adalah porositas yang terjadi bersamaan dengan proses pengendapan batuan.
  3. Porositas Sekunder
  4. Adalah porositas yang terjadi setelah proses pengendapan batuan seperti yang menyebabkan karena proses pelarutan atau tekanan. Porositas sekunder dapat diklasifikasikan menjadi tiga bagian yaitu :
    1. Porositas larutan,yaitu ruang pori yang terbentuk karena adanya proses pelarutan batuan.
    2. Porositas rekahan ,celah dan kekar,yaitu ruang pori yang terbentuk karena adanya kerusakan struktur batuan sebagai akibat adanya berbagai beban dan gaya.
    3. Porositas dolomitasi, hal ini terjadi pada batuan gamping atau limestone (CaCo3) yang ditransformasikan menjadi dolomite.
Dalam teknik reservoir porositas dapat dibagi menjadi 2 yaitu :
  1. Porositas absolut adalah perbandingan antara volume pori – pori total terhadap volume batuan yang dinyatakan dalam fraksi (persen) dalam matematisnya dapat dinyatakan sebagai berikut: 

  2. Dimana:
    Øabs = porositas absolute (total), fraksi (%)
    Vp = volume pori – pori batuan, cm3
    Vb = volume total batuan, cm3
    Vg = volume butiran, cm3
  3. Porositas efektif adalah perbandingan antara volume pori – pori yang berhubungan terhadap volume batuan total dan dinyatakan dalam fraksi (persen) dalam persamaannya adalah:
  4. Dimana:


    Øeff = porositas efektif, fraksi (%)
    Vp = volume pori – pori batuan yang berhubungan, cm3
    Vb = volume total batuan, cm3


Gambar Porositas efektif


Klasifikasi porositas:

Tabel Ukuran Porositas dan Kualitas

Berdasarkan struktur pori:
  1. Porositas antar butiran (intergranular dan intragranular porosity)
  2. Porositas rekahan (fracture porosity)
Selain menggunakan rumus diatas, porositas efektif juga dapat ditentukan dengan :
  1. Ekspansi Gas


  2. Metode Saturation


  3. Volume pori yang efektif dapat ditentukan dengan metode resaturation :
    • Berat air dalam ruang pori-pori
    berat sample yang dijenuhi di udara – berat sample kering di udara
    • Volume air dalam ruang pori-pori


    Volume pori yang efektif = Volume air dalam ruang pori-pori

  4. Mercury Injection Pump
  5. a. Penentuan volume picnometer :
    Vol picnometer kosong = vol awal skala – vol akhir skala
    Vol picnometer + core = vol awal skala – vol akhir skala terisi core
    b. Penentuan volume bulk batuan:
    Vol bulk batuan = (vol picnometer + core) - (vol picnometer kosong)
    c. Penentuan volume pori :
    Vol pori = vol awal skala – vol akhir skala

  6. Menimbang


Adapun faktor utama yang menyebabkan harga porositas bervariasi adalah:
1. sudut kemiringan butiran batuan
2. ukuran butiran batuan
3. komposisi mineral pembentuk batuan

Saya bukan master ataupun ahli. Hanya seorang mahasiswa yang ingin sharing pengetahuan mengenai Migas, Geothermal dan Pengetahuan Umum lainnya.

Share this

Subscribe Yuk !!!

Postingan Terkait

Previous
Next Post »

   Support blog ini dengan cara Berkomentar yang baik dan sopan.