Saturasi (Saturation)

Published by Priant Taruh on May 05, 2017
Ruang pori – pori batuan reservoir mengandung fluida yang biasanya terdiri dari air, minyak dan gas. Untuk mengetahui jumlah masing – masing fluida, maka perlu diketahui saturasi masing – masing fluida tersebut. Saturasi didefinisikan sebagai perbandingan antara volume fluida tertentu (air, minyak dan gas) terhadap jumlah volume pori – pori atau dalam persamaan dirumuskan sebagai berikut : 

Saturasi air didefinisikan sebagai berikut : 


Saturasi minyak didefinisikan sebagai berikut : 


Dalam menentukan persamaan kejenuhan atau saturasi minyak (So) terdapat anggapan-anggapan sebagai berikut :

  1. Minyak yang tersebar dalam reservoir tersebar merata diseluruh ruang pori-pori batuan.
  2. Kejenuhan air dan tak ada air yeng terproduksikan.
  3. Tidak terdapat rembesan air atau water influx, sehingga volume pori dari reservoir tetap.
  4. Minyak bersifat tak jenuh atau undersaturated reservoir sehingga tidak ada gas bebas awal dalam ruang pori-pori.

Saturasi gas didefinisikan sebagai berikut : 


Total saturasi fluida jika reservoir mengandung 3 jenis fluida :


Sedangkan, untuk sistem air-minyak dapat disederhanakan menjadi :


Beberapa faktor yang mempengaruhi saturasi fluida reservoir, antara lain :
  1. Pada batuan yang mudah dibasahi oleh air atau water wet, harga saturasi air cenderung tinggi pada porositas yang lebih kecil.
  2. Akibat adanya perbedaan berat jenis gas, minyak dan air maka umumnya saturasi gas akan tinggi pada bagian atas dari jebakan (perangkap) reservoir, begitu juga untuk saturasi air akan tinggi pada bagian bawah dari jebakan atau perangkap reservoir dengan combination drive.
  3. Produksi berlangsung karena adanya perubahan distribusi fluida. Jika minyak diproduksikan maka tempatnya di dalam reservoir akan digantikan oleh air atau gas bebas.
  4. Saturasi minyak dan saturasi gas sering dinyatakan dalam istilah ruang pori-pori yang diisi oleh hidrokarbon. Jika contoh volume batuan adalah V dan ruang pori-pori adalah Ø x V maka ruang pori-pori yang diisi oleh hidrokarbon adalah : 


Dimana :
So = saturasi minyak
Sg = saturasi gas
Sw = saturasi gas

Dalam proses produksi selalu ada sejumlah minyak dan gas yang tidak dapat diambil dengan teknik produksi yang paling maju yang dikenal dengan istilah residual oil saturation (Sor) atau critical oil saturation (Soc), sedangkan untuk gas dikenal dengan Sgr atau Sgc.

Air yang selalu terdapat di dalam ruang pori-pori batuan pada reservoir minyak dan gas di atas zona transisi disebut dengan air connate. Dalam proses produksi air tersisa disebut Swr atau Swc atau Swir.
Di dalam suatu reservoir, jarang sekali minyak terdapat 100% menjenuhi lapisan reservoir. Biasanya air terdapat sebagai interstitial water yang berkisar dari beberapa persen sampai kadang-kadang lebih dari 50% tetapi biasanya antara 10 sampai 30%. Dengan demikian batas fluida antara air dan minyak tidak selalu jelas. Besarnya penjenuhan air di dalam reservoir minyak menentukan dapat tidaknya lapisan minyak itu diproduksikan. Penjenuhan air dinyatakan sebagai Sw (water saturation). Jika Sw lebih besar dari 50%, minyak masih dapat keluar; akan tetapi pada umumnya harus lebih kecil dari 50%. Penjenuhan air tidak mungkin kurang dari 10% dan dinamakan penjenuhan air yang tak terkurangi (irreducible water saturation). Hal ini biasanya terdapat pada reservoir dimana airnya membasahi butir. Juga harus diperhatikan bahwa kedudukan minyak terhadap air tergantung sekali daripada apakah reservoir tersebut basah minyak (oil wet) atau basah air (water wet).
Pada umumnya batuan reservoir bersifat basah air. Air antar butir selalu terdapat dalam lapisan minyak, malah pernah ditemukan pada ketinggian lebih dari 650 meter di atas batas minyak-air. Pori – pori batuan Reservoir selalu berisi fluida dan fluida tersebut bisa berupa minyak dan Gas (dead oil). Gas – Minyak – Air atau Gas – Air – Minyak. Atau air selalu berada didalam reservoir sebab air lebih dulu ada sebelum minyak atau gas datang/bermigrasi. Pada umumnya lebih sarang (porous) batuan reservoir, lebih kecil penjenuhan air. Kadar air yang tinggi dalam reservoir minyak mengurangi daya pengambilannya (recoverability). Air ini biasanya merupakan selaput tipis yang mengelilingi butir-butir batuan reservoir dan dengan demikian merupakan pelumas untuk bergeraknya minyak bumi, terutama dalam reservoir dimana butir-butirnya bersifat basah air. Penentuan Sw ditentukan di laboratorium dengan mengextraksinya dari inti pemboran, akan tetapi secara rutin dilakukan dari analisa log listrik, terutama dari kurva SP. 

Pernyataan diatas dapat ditulis secara matematis sebagai berikut:
  1. Untuk pori – pori berisi miyak, air dan gas
  2. Vp = Vo + Vw + Vg
  3. Untuk pori – pori berisi minyak dan air
  4. Vp = Vo + Vw
  5. Untuk pori – pori berisi gas dan air
  6. Vp = Vp = Vg

Saya bukan master ataupun ahli. Hanya seorang mahasiswa yang ingin sharing pengetahuan mengenai Migas, Geothermal dan Pengetahuan Umum lainnya.

Share this

Subscribe Yuk !!!

Postingan Terkait

Previous
Next Post »

   Support blog ini dengan cara Berkomentar yang baik dan sopan.