Tekanan Kapiler (Capillary Pressure)

Published by Priant Taruh on May 05, 2017
Distribusi fluida vertical dalam reservoir memegang peranan penting didalam perencanaan well completion. Distribution secara vertikal ini mencerminkan distribusi saturasi fluida yang menepati setiap porsi rongga pori. Adanya tekanan kapiler ( Pc ) mempengaruhi distribusi minyak dengan gas didalam rongga pori tidak terdapat batas yang tajam atau berbentuk zona transisi. Oleh tekanan kapiler dapat dikonversi menjadi ketinggian diatas kontak minyak air ( H ), maka saturasi minyak, air dan gas yang menempati level tertentu dalam reservoir dapat ditentukan. Dengan demikian distribusi saturasi fluida ini merupakan salah satu dasar untuk menentukan secara efisien letak kedalaman sumur yang akan dikomplesi.
Di dalam batuan reservoir, gas, minyak dan air biasanya terdapat bersama-sama dalam pori-pori batuan, yang masing-masing fluida tersebut mempunyai tegangan permukaan yang berbeda-beda.
Dalam sistem hidrokarbon di dalam reservoir, terjadi beberapa tegangan permukaan antara fluida, yaitu antara gas dan cairan, antara dua fasa cairan yang tidak bercampur ( immicible ) dan juga antara cairan atau gas dengan padatan. Kombinasi dari semua tegangan permukaan yang aktif akan menentukan tekanan kapiler dan kebasahan dari batuan porous.

Tekanan kapiler ( Pc ) didefinisikan sebagai perbedaan tekanan yang ada antara permukaan dua fluida yang tidak bercampur ( cairan-cairan atau gas-cairan ) sebagai akibat dari terjadinya pertemuan permukaan yang memisahkan mereka ( Amyx, J. W. 1960 ). Perbedaan tekanan dua fluida ini adalah perbedaan tekanan antara fluida non wetting fasa ( Pnw ) dengan fluida wetting fasa ( Pw ) atau :

Tekanan kapiler mempunyai dua pengaruh yang penting dalam reservoir minyak atau gas, yaitu :
1. Mengontrol distribusi fluida di dalam reservoir
2. Merupakan mekanisme pendorong minyak dan gas untuk bergerak atau mengalir melalui pori-pori reservoir sampai mencapai batuan yang impermeable.

Tekanan kapiler di dalam batuan berpori tergantung pada ukuran pori-pori dan macam fluidanya. Secara kuantitatif dapat dinyatakan dalam hubungan sebagai berikut : 
Dimana :
Pc = tekanan kapilerσ = tegangan permukaan antara dua fluida yang tidak saling bercampur
∆ ſ = perbedaan densitas dua fluida
g = percepatan gravitasi
θ = sudut kontak permukaan antara dua fluida
r = jari-jari lengkung pori-pori
h = selisih ketinggian permukaan kedua fluida

Saya bukan master ataupun ahli. Hanya seorang mahasiswa yang ingin sharing pengetahuan mengenai Migas, Geothermal dan Pengetahuan Umum lainnya.

Share this

Subscribe Yuk !!!

Postingan Terkait

Previous
Next Post »

   Support blog ini dengan cara Berkomentar yang baik dan sopan.