Macam-Macam EOR (Enhanced Oil Recovery) dan Pengertiannya

Published by Priant Taruh on July 23, 2017
Dalam usaha untuk memperoleh migas terdapat tiga metode antara lain yaitu: Primary recovery, secondary recovery dan tertiary recovery.

Pada tertiary recovery yang digunakan adalah metode EOR.
Metode EOR adalah metode yang digunakan ketika cadangan masih diperkirakan banyak dan masih memiliki nilai ekonomis yang tinggi namun sukar untuk diproduksi.

Cara kerja metode EOR yaitu dengan cara memanfaatkan energi dari luar, energi tersebut meliputi energi kimiawi, mekanik dan energi thermal.

Pada metode EOR, fluida yang digunakan telah mengalami campuran seperti zat kimia dan juga telah ditambahkan material tertentu sehingga bisa dikatakan fluida yang diinjeksikan tidaklah sama dengan fluida reservoir.

Metode-metode EOR yang ada dapat dikelompokkan ke dalam empat bagian, yaitu :

1. Injeksi Tak Tercampur

Injeksi tak tercampur dapat digolongkan menjadi dua, yaitu : injeksi air dan injeksi gas. Injeksi tak tercampur merupakan proses pendesakan minyak oleh fluida yang tidak bercampur, fluida pendesak dalam hal ini dapat berupa air atau gas.

Proses pendesakan disebut injeksi air (water flooding) apabila air sebagai fluida pendesaknya, sedangkan proses pendesakan disebut injeksi gas (gas flooding) apabila gas sebagai fluida pendesaknya.

Berikut jenis-jenisnya :

2. Injeksi Tercampur

Proses pendesakan tercampur adalah proses pendesakan dimana fluida pendesak dan fluida yang didesak larut satu dengan yang lainnya dan tidak terbentuk suatu interface. Suatu zona transisi tidak akan berkembang seperti pada pendesakan tak tercampur.

Perbedaan permeabilitas efektif diantara fluida-fluida yang saling tercampur tidak terjadi pada pendesakan tercampur, sehingga tidak akan terdapat suatu gradien saturasi di belakang front.

Distribusi fluida yang terdapat di dalam zona transisi bukan merupakan fungsi dari hubungan permeabilitas relatif tetapi dipengaruhi oleh difusi dan proses pencampuran secara fisis.
Perbedaan nyata antara pendesakan tercampur dengan pendesakan tak tercampur terletak pada saturasi daerah yang zona transisinya telah dilalui.

Zona transisi pada pendesakan tercampur menyapu semua fluida yang dapat tercampur (miscible) dengannya sehingga saturasi minyak residual yang terdapat di daerah tersebut mendekati nol.

Injeksi tercampur ini dapat dilakukan dengan dua cara dalam pemakaian fluida injeksinya, yaitu :

a. Menginjeksikan fluida (pelarut) yang langsung bercampur dengan minyak (absolutely miscible). Fluida ini mahal sehingga biasanya hanya diinjeksikan dalam jumlah secukupnya untuk membuat tembok yang diikuti oleh fluida pendesak lain yang tidak begitu mahal. Jenis pelarut yang dapat bercampur ini antara lain : alkohol, liquid petroleum gas (LPG) dan propana.

b. Menginjeksikan fluida yang dapat bercampur dengan minyak pada tekanan, temperatur dan komposisi kimia tertentu (thermodinamically miscible). Jenis fluida tersebut antara lain : gas CO2, gas inert, gas yang diperkaya dan gas kering pada tekanan tinggi.

3. Injeksi Kimiawi


Injeksi air atau gas dalam reservoir minyak tidak sepenuhnya berhasil menguras minyak yang berada dalam pori-pori batuan reservoir, atau dengan kata lain masih terdapat sejumlah minyak yang tinggal di reservoir pada akhir eksploitasinya. Penyapuan reservoir yang tidak sempurna (penyapuan sebagian) dan terjebaknya minyak oleh gaya kapiler di dalam zona terinvasi menyebabkan hal tersebut.

Penelitian selanjutnya diarahkan untuk meningkatkan perolehan minyak lebih lanjut, dimana hal ini dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut ini :

a. Meningkatkan efisiensi penyapuan dengan mengurangi mobility ratio antara fluida injeksi dan minyak reservoir.

b. Menghilangkan atau mengurangi gaya-gaya kapiler sehingga dapat meningkatkan efisiensi pendesakan.

c. Menggabungkan kedua cara tersebut secara bersama-sama.

Jenis-jenis injeksi kimiawi ini adalah injeksi polimer, injeksi surfactant dan injeksi alkaline. Injeksi polimer dan alkaline berfungsi untuk meningkatkan efisiensi penyapuan (sweep efficiency), sedangkan injeksi surfactant berfungsi untuk meningkatkan efisiensi pendesakan (displacement efficiency).

4. Injeksi Thermal


Fungsi utama injeksi thermal adalah mengurangi viskositas minyak di reservoir. Air panas, uap panas maupun udara yang diinjeksikan dalam proses ini akan menambah gaya pendorongan.

Gaya kapiler dipengaruhi oleh panas secara tidak langsung, di lain pihak fraksi minyak akan terdistilasi dan menjadi mudah bergerak jika minyak terjebak oleh panas.

Injeksi thermal yang dimaksud adalah injeksi air panas, injeksi uap panas dan pembakaran di tempat (in-situ combustion).

5. Injeksi Mikroba (MEOR)


Injeksi mikroba (Microbial enhanced oil recovery) adalah suatu metode pengurasan minyak tahap lanjut dengan cara menginjeksikan mikroba ke dalam reservoir untuk meningkatkan perolehan minyak. 

Saya bukan master ataupun ahli. Hanya seorang mahasiswa yang ingin sharing pengetahuan mengenai Migas, Geothermal dan Pengetahuan Umum lainnya.

Share this

Subscribe Yuk !!!

Postingan Terkait

Previous
Next Post »

   Support blog ini dengan cara Berkomentar yang baik dan sopan.