Injeksi Air Panas

Published by Priant Taruh on July 23, 2017

Injeksi air panas merupakan salah satu injeksi thermal yang digunakan untuk reservoir yang mempunyai viskositas tinggi dan metode ini banyak digunakan pada reservoir-reservoir dangkal yang mempunyai viskositas dalam kisaran 100-1000 cp. Injeksi air panas akan mengurangi mobility ratio pendesakan air dalam reservoir sehingga efisiensi recovery akan bertambah.

Air yang diinjeksikan pada reservoir dipanaskan terlebih dahulu sampai temperatur air lebih tinggi daripada temperatur reservoir mula-mula, tetapi lebih rendah dari titik uap air. Air panas akan mengalir secara kontinyu di dalam reservoir ke lapisan yang lebih dingin, kemudian akan terjadi kehilangan panas secara bertahap sehingga akhirnya temperatur mendingin sampai tercapai temperatur reservoir mula-mula pada daerah yang terpanasi.

Zona yang terpanasi dan water bank yang mendingin akan segera terakumulasi setelah injeksi air panas dimulai. Water bank yang mendingin ini secara kontinyu akan terbentuk di depan zona yang terpanasi. Zona yang terpanasi terbentuk lebih lambat, karena perpindahan panas hampir terjadi seketika dan rasio kapasitas panas air dengan batuan dimana dua atau tiga unit pore volume, air panas harus diinjeksikan untuk memanaskan satu volume bulk reservoir.

Distribusi temperatur dalam zona yang terpanasi tergantung kepada kehilangan panas di cap rock dan base rock, tetapi kecepatan leading edge tidak tergantung pada kehilangan panas. Kecepatan ini berbanding lurus dengan fluks air dan tergantung pada kapasitas panas air dan batuan.

Minyak pertama kali akan didesak oleh air dingin sebelum front panas sampai. Air panas akan mendingin lebih cepat dalam penjarian yang kecil (small fingering) sehingga panas berjalan lambat dalam reservoir. Pendesakan air panas lebih buruk daripada pendesakan air dingin karena air panas kurang viscous dibandingkan dengan air dingin, tetapi pada dasarnya air panas masih dapat mendorong minyak dingin.

Kehilangan panas secara bertahap dari channel air panas akan menambah temperatur reservoir dengan cara konduksi, sehingga viskositas minyak akan berkurang dan efek pendesakan air akan meningkat. Temperatur yang lebih tinggi dalam channel air panas akan mengurangi rasio viskositas antara minyak dan air, akibatnya pendesakan lebih efektif dan saturasi minyak sisa akan berkurang pada bagian lapisan minyak yang tersapu. Keuntungan injeksi air panas ini umumnya terjadi setelah breakthrough air dingin pada sumur produksi. Kenaikan recovery minyak biasanya disertai dengan tingginya water-oil ratio (WOR).

Saya bukan master ataupun ahli. Hanya seorang mahasiswa yang ingin sharing pengetahuan mengenai Migas, Geothermal dan Pengetahuan Umum lainnya.

Share this

Subscribe Yuk !!!

Postingan Terkait

Previous
Next Post »

   Support blog ini dengan cara Berkomentar yang baik dan sopan.