Klasifikasi Batuan Beku

Published by Priant Taruh on September 28, 2017

Batuan beku diklasifikasikan berdasarkan tempat  terbentuknya, warna, kimia, tekstur dan mineraloginya.

Berdasarkan tempat terbentuknya, batuan beku dibedakan atas:
  1. Batuan beku plutonik, yaitu batuan beku yang terbentuk jauh di perut bumi.
  2. Batuan beku hipabisal, yaitu batuan beku yang terbentuk tidak jauh dari permukaan bumi.
  3. Batuan beku vulkanik, yaitu batuan beku yang terbentuk di permukaan bumi.
Berdasarkan warnanya, mineral pembentuk batuan beku ada dua mineral mafic (gelap) seperti olivin, piroksen, amfibol dan biotit, dan mineral felsic (terang) seperti feldspar, muskovit, kuarsa dan feldspatoid.

Klasifikasi batuan beku berdasarkan warnanya adalah sebagai berikut:
  1. Leucocratic rock, kandungan mineral mafic < 30%.
  2. Mesocratic rock, kandungan mineral mafic 30% - 60%.
  3. Melanocratic rock, kandungan mineral mafic 60% - 90%.
  4. Hypermalanic rock, kandungan mineral mafic > 90%.
Batuan beku disusun oleh senyawa-senyawa kimia yang membentuk mineral. Kemudian mineral tersebut menyusun batuan beku. Salah satu klasifikasi batuan beku dari kimia adalah dari senyawa oksidasinya, seperti SiO2, TiO2, AIO3, Fe2O3, MnO, CaO, Na2O, K2O, H2O, P2O5. Dari prosentase setiap senyawa kimia dapat mencerminkan beberapa lingkungan pembentukan mineral.

Tabel Pembagian batuan beku berdasarkan kandungan Silika



Gambar Klasifikasi batuan beku berdasarkan Tekstur dan Komposisi Mineral

Saya bukan master ataupun ahli. Hanya seorang mahasiswa yang ingin sharing pengetahuan mengenai Migas, Geothermal dan Pengetahuan Umum lainnya.

Share this

Subscribe Yuk !!!

Postingan Terkait

Previous
Next Post »

   Support blog ini dengan cara Berkomentar yang baik dan sopan.