Pengertian Energi dan Jenis-Jenisnya

Published by Priant Taruh on September 22, 2017

Pengertian energi dalam ilmu Fisika adalah, suatu kemampuan untuk melakukan usaha / kerja atau melakukan perubahan. Energi tidak dapat diciptakan dan juga tidak dapat di musnahkan, namun dapat diubah menjadi bentuk yang lain.

Berdasarkan satuan internasional (SI) satuan untuk energi adalah joule (J). Selain itu ada beberapa satuan energi lainnya seperti Erg, Kwh dan Kalori yang digunakan pada bidang tertentu.

Konversi energi didasarkan pada ketetapan dimana untuk 1 kalori = 4.2 Joule dan 1 Joule = 1 watt sekon.

Jenis-jenis energi

1. Energi Mekanik

Energi mekanik adalah energi suatu yang dimiliki benda yang akibatkan sifat gerak bendanya. Energi mekanik terdiri dari energi kinetik dan energi potensial yang dapat ditulis dengan persamaan matematis berikut:

Em = Ep + Ek

dimana:

Em = Energi mekanik

Contoh energi mekanik adalah ketika suatu benda yang mengalami gaya gerak seperti sebuah apel yang jatuh ke kepala akan menyebabkan rasa sakit. Hal tersebut disebabkan karena apel tersebut memiliki energi.

2. Energi Potensial

Energi potensial merupakan energi yang  dimiliki benda karena posisinya terhadap titik acuan.

Contohnya seperti bola yang kita angkat memiliki energi potensial, ketika bola tersebut kita lepaskan maka bolah tersebut akan jatuh ke bawah atau ke tanah/lantai. Massa yang lebih besar akan menghasilkan energi yang lebih besar juga, hal ini disebabkan karena energi potensial didasarkan pada gaya gravitasi bumi.

Energi potensial didasarkan pada beberapa yaitu pada massa benda, ketinggian dan gravitasi bumi. Dapat dirumuskan:

Ep = m.g.h

dimana:

Ep: Energi potensial
m: massa benda
v: kecepatan benda

3. Energi Nuklir

Energi nuklir adalah energi yang dihasilkan selama proses reaksi nuklir. Reaksi nuklir terjadi diakibatkan oleh inti atom yang pecah ataupun bergabung menjadi atom yang lain dan partikel-partikel lain dengan  melepaskan energi kalor.

Reaksi ini (reaksi nuklir) terjadi di reaktor nuklir, matahari dan bom nuklir. Energi yang dihasilkan dari reaksi nuklir sangatlah besar namun resiko dari penggunaan energi ini sangatlah berbahaya dan merupakan resiko paling berbahaya dibanding lainnya.

4. Energi Kimia

Energi ini terjadi akibat proses pemecahan ikatan kimia dalam susunannya sehingga menghasilkan energi.

Energi kimia adalah energi yang paling dibutuhkan oleh makhluk hidup karena pada bentuk kimiawi, energi mampu disimpan lebih lama. Energi kimia berada dalam bahan-bahan makanan dan juga berada dalam bahan bakar yang sering kita gunakan seperti bensin dll.

5. Energi Panas

Energi ini adalah perubahan wujud dari energi panas menjadi kalor. Energi panas dapat muncul karena terjadi perubahan bentuk energi seperti pada reaksi energi kimiawi pada matahari yang mengakibatkan munculnya api serta panas yang berpindah secara radiasi.

6. Energi Bunyi

Energi bunyi terjadi akibat perubahan energi. Bunyi dihasilkan oleh  tumbukan, tabrakan serta peristiwa lainnya asalkan adanya penghantar seperti udara atau benda lainnya.
Satuan bunyi adalah desibell.

7. Energi Listrik

Energi listrik merupakan energi yang terjadi akibat medan listrik.

Energi listrik adalah energi utama yang dibutuhkan bagi peralatan listrik/energi yang tersimpan dalam arus listrik dengan satuan amper (A) dan tegangan listrik dengan satuan volt (V) dengan ketentuan kebutuhan konsumsi daya listrik dengan satuan Watt (W) untuk menggerakkan motor, lampu penerangan, memanaskan, mendinginkan atau menggerakkan kembali suatu peralatan mekanik untuk menghasilkan bentuk energi yang lain.

Energi yang dihasilkan dapat berasal dari berbagai sumber, seperti air, minyak, batu bara, angin, panas bumi, nuklir, matahari, dan lainnya. Energi ini besarnya dari beberapa Joule sampai ribuan hingga jutaan Joule.

sumber: wikipedia.org

8. Energi Ionisasi

Energi Ionisasi (IE) adalah energi yang diperlukan untuk mengeluarkan elektron dari tiap mol spesies dalam keadaan gas. Energi untuk mengeluarkan satu elektron pertama (dari atom netralnya) disebut sebagai energi ionisasi pertama dan untuk mengeluarkan satu elektron ke dua disebut energi ionisasi kedua, dan begitu seterusnya untuk pengeluaran satu elektron berikutnya.

Saya bukan master ataupun ahli. Hanya seorang mahasiswa yang ingin sharing pengetahuan mengenai Migas, Geothermal dan Pengetahuan Umum lainnya.

Share this

Subscribe Yuk !!!

Postingan Terkait

Previous
Next Post »

   Support blog ini dengan cara Berkomentar yang baik dan sopan.