Pengertian, Penyebab dan Cara Mengatasi Lost Circulation

Lost circulation merupakan kejadian dimana lumpur pemboran masuk kedalam zona formasi. Hal tersebut terjadi akibat beberapa hal.

Penyebab Lost Circulation

  • Permeabilitas formasi terlalu tinggi (fracture) sehingga lumpur akan masuk formasi tersebut sehingga volume lumpur berkurang.
  • Pore pressure yang rendah. Bila PH > tekanan pori, maka lumpur akan masuk ke formasi.
  • Karakteristik lumpur yang jelek; BJ terlalu tinggi, visc terlalu tinggi.
  • Pecahnya formasi akibat pergerakan pipa yang cepat.

Akibat Lost Circulation

  • Kerugian dari segi Ekonomi.
  • Kehilangan lapisan produktif.
  • Kehilangan lapisan yang akan di bor.
  • Bisa menyebabkan terjadnya kebakaran akibat blowut.

Pencegahan Lost Circulation

  • Melakukan study sumur.
  • Membuat program lumpur dengan baik.
  • Melakukan training untuk crew.

Cara Mengatasi Lost Circulation

  • Gunakan LCM (Loss Circulation Material).
  • Kurangi BJ lumpur sampai PH lumpur sama dengan tekanan formasi.
  • Mengurangi rate sirkulasi.

Pengaruh Lost Circulation

  • Berkurangnya tinggi kolom lumpur di anulus shg Ph lumpur < Pformasi
  • Naiknya cost pemakaian LCM.
  • Kehilangan data lithologi batuan. Ini sebagai akibat tidak naiknya cutting ke permukaan.
  • Terjadi stuck pipe sehingga membesarnya cost krn dilakukannya fishing operasi.
  • Mengurangi produktivitas sumur. Ini akibat dimasukkannya LCM ke dalam pay zone.
  • Side tracking harus dilakukan untuk menghindari lapisan loss
  • Kemungkinan kehilangan lapisan.

Jenis Zona Loss Circulation

  • Empat tipe utama formasi di mana loss terjadi
  • Unconsolidated or Highly Permeable
  • Naturally Fractured
  • Induced Fractured
  • Cavernous

Empat Tipe Loss Rate

  • Seepage losses 1 – 10 bbls/hour
  • Partial losses 10 – 50 bbls/hour
  • Complete losses mud level 200 – 500 feet
  • Severe complete losses mud level > 500 feet

Sumber: halliburtonblog.com

0 Response to "Pengertian, Penyebab dan Cara Mengatasi Lost Circulation"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel